Selain memiliki rasa yang khas, thiwul memiliki tekstur yang pulen dan sedikit menggumpal, sehingga memberikan sensasi tersendiri ketika memakannya.
Penduduk Trenggalek, Wonosobo, Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan dan Blitar termasuk yang masih mengonsumsi thiwul sebagaimana mengonsumsi nasi.
Sebagai makanan pokok, thiwul memiliki kandungan kalori yang lebih rendah ketimbang beras. Untuk bahan baku thiwul sendiri sudah jelas, yaitu singkong sebagai bahan baku utama.
Tepatnya, singkong atau ketela pohon yang sudah dikeringkan. Singkong yang telah dikeringkan tersebut umumnya diistilahkan dengan sebutan gaplek atau gogik.
(Foto: Instagram/@dhora_kusumadewi)
Gaplek tersebut dibuat melalui serangkaian proses dengan proses utama yaitu penjemuran singkong yang telah dikupas dan telah dicuci bersih.
Untuk mempercepat dan memastikan tingkat kekeringan singkong, bisa dengan caara dipotong-potong dalam ukuran kecil sebelum dijemur.
Selain singkong yang telah kering, terdapat juga beberapa bahan pendukung lainnya seperti gula merah, kelapa parut, daun pandan, daun pisang, garam, serta air. Semuanya kemudian dipadu padankan menjadi jajanan tradisional thiwul. Jajanan ini bisa Anda nikmati ketika Anda sedang berwisata di Yogyakarta, khususnya di Gunungkidul.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.