SEORANG pakar etiket penerbangan, Katarina memberikan pandangan tentang kapan sebenarnya diperbolehkan untuk merebahkan kursi pesawat.
Menurutnya, situasi ini seharusnya tidak dipandang enteng, karena dapat memengaruhi kenyamanan dan pengalaman penumpang lainnya.
Kendati kursi pesawat dapat direbahkan, tindakan tersebut sebaiknya dilakukan dengan memerhatikan situasi sekitar dan dengan penuh penghormatan terhadap penumpang lainnya.
Katarina menyoroti bahwa meski tindakan merebahkan kursi dapat menjadi kontroversial, penting bagi penumpang untuk memahami etiket yang berlaku di lingkungan penerbangan dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain.
Sebagian berpendapat bahwa merebahkan kursi dapat dianggap tidak sopan karena dapat mengambil ruang kaki orang lain atau menyebabkan minuman atau makanan jatuh.
Mereka juga menyoroti ketidaknyamanan yang mungkin timbul, seperti lutut yang memar ketika posisi berbaring secara tiba-tiba.

Namun, sebagian lagi berpendapat bahwa merebahkan kursi adalah hal yang wajar jika diinginkan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah punggung atau ingin tidur.
Mereka percaya bahwa dalam situasi di mana ruang terbatas, merebahkan kursi adalah cara yang dapat diterima untuk mendapatkan kembali ruang ekstra.
Sehingga penting diketahui perilaku yang pantas di tempat tersebut, sehingga semua orang dapat merasa nyaman dan dihormati dalam perjalanan udara mereka.
Katarina, dalam akun pribadinya @katarina.etiket di TikTok, membahas topik penting tentang merebahkan kursi pesawat. Pada klip tersebut, dia menyoroti bahwa meskipun kursi bersandar merupakan fitur yang tersedia di sebagian besar penerbangan, hal itu tidak berarti anda bebas melakukan apapun tanpa memerhatikan orang lain di sekitar anda.
Ia menekankan bahwa penting untuk memertimbangkan keadaan sekitar sebelum merebahkan kursi anda.
Misalnya, jika ada penumpang di belakang anda yang sedang membungkuk untuk mengambil sesuatu dari tas mereka atau menggunakan meja tray, tindakan tiba-tiba merebahkan kursi anda bisa menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan cedera bagi mereka.
"Namun, ada baiknya untuk selalu memeriksa penumpang di belakang kita sebelum kita berbaring. Jika mereka sedang makan dengan meja nampan terbuka, atau menonton film di layar kursi, itu adalah tindakan yang tidak pengertian," ujar Katarina mengutip Daily Star.
Ia juga menyarankan untuk menghindari merebahkan kursi pada penerbangan jarak pendek. "Secara pribadi, saya menyarankan agar kursi tidak direbahkan sama sekali pada penerbangan jarak pendek," terang Katarina.

Penerbangan dengan durasi yang singkat biasanya tidak melebihi tiga setengah jam, sehingga sebagian besar penumpang dapat nyaman tanpa harus merebahkan kursi.
Sementara, pakar perjalanan dari The Points Guy, Nicky Kelvin juga memberikan nasihat terkait etika di pesawat.
Dia menyarankan untuk tidak merebahkan kursi saat makan, karena hal itu dapat mengganggu penumpang di belakang anda yang sedang mencoba menyantap makanan dengan ruang terbatas.
Beberapa awak kabin bahkan mungkin akan meminta penumpang untuk menaikkan kursi mereka selama waktu makan, sebagai tindakan penghormatan terhadap penumpang di belakangnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.