BEPERGIAN dengan pesawat terbang sangat menyenangkan karena dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Setelah perjalanan jauh di udara, tentu akan terasa nyaman jika seseorang mandi dengan air hangat.
Akan tetapi, seorang pakar perjalanan menyarankan pelancong untuk tidak mandi dengan air hangat seusai menjalani penerbangan apalagi dengan jarak yang jauh.
Travys Carinci, seorang manajer layanan pelanggan Qantas, terbang hampir 60.000 mil sebulan karena merupakan bagian dari pekerjaannya. Setiap habis bekerja, Carinci selalu melewatkan air panas karena bisa membuat kulitnya menjadi kering.

"Saya melewatkan mandi air panas yang meskipun menggoda setelah penerbangan panjang, namun merupakan cara yang pasti untuk mengeringkan kulit Anda,” ungkap Carinci melansir The Sun.
Mandi air panas ternyata bukan hanya dapat mengeringkan kulit Anda, namun juga memiliki efek samping negatif lainnya.
Salah satunya yakni memperburuk kondisi kulit seperti eksim dan jerawat. Hal ini lantaran air hangat menghilangkan minyak alami dan bakteri sehat pada kulit.
"Mandi terlalu lama (terutama dengan air panas) dapat menghilangkan minyak alami kulit Anda, menyebabkannya menjadi kering,” ucap Abbas Kanani, seorang apoteker di Chemist Click.