Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

3 Perbedaan Asam Urat dan Nyeri Sendi

Wulan Savitri , Jurnalis-Jum'at, 02 Februari 2024 |15:00 WIB
3 Perbedaan Asam Urat dan Nyeri Sendi
Perbedaan asam urat dan nyeri sendi. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

TIGA perbedaan asam urat dan nyeri sendi akan dijelaskan secara rinci dalam artikel ini. Hal ini dikarenakan banyak yang menganggap asam urat merupakan salah satu bagian penyakit nyeri sendi, tetapi dari faktor penyebab keduanya jelas berbeda.

Umumnya, asam urat ditandai dengan kadar hiperurisemia yang dipicu makanan mengandung purin. Nyeri persendian akibat asam urat menyerang sekitar lutut, siku, pergelangan kaki, tangan, dan jari.

Sementara nyeri sendi terjadi seiring bertambahnya usia individu yang menyerang beberapa persendian bersamaan. Maka dari itu, penting memahami perbedaan gejala, penyebab, maupun cara pencegahan secara spesifik agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Mengutip dari berbagai sumber, Jumat (2/2/2024), berikut tiga perbedaan asam urat dan nyeri sendi.

Asam Urat

1. Gejala

Asam urat menimbulkan rasa sakit intens dan terjadi tiba-tiba pada salah satu persendian, terutama jempol kaki dan kerap muncul malam hari. Gejala asam urat melibatkan peradangan, kemerahan, pembengkakan, dan kesulitan bergerak.

Sementara gejala nyeri sendi mulai bereaksi pada individu yang berusia 45 tahun ke atas. Rasa nyeri itu meningkat saat berjalan atau setelah beraktivitas yang mengakibatkan persendian terasa hangat, bengkak, dan memar. Terkadang rasa nyeri juga muncul secara tiba-tiba sehingga membuat kedua sisi tubuh kaku, terutama saat bangun tidur.

2. Faktor Penyebab

Penyakit ini terjadi karena adanya kristal urat menumpuk di persendian. Pemicu kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) disebabkan oleh faktor makanan yang mengandung zat purin tinggi. Sekadar informasi, purin adalah zat alami di dalam tubuh dan dapat ditemukan berbagai jenis makanan, seperti minuman dan makanan manis, alkohol, sirup jagung fruktosa tinggi, daging merah, jeroan, dan makanan laut.

Menurut sebuah survei nasional mengungkapkan setidaknya sepertiga orang dewasa mengalami nyeri sendiri yang terjadi di lutut, bahu dan pinggul. Oleh karena itu, kemungkinan penyebabnya akibat cedera atau masalah jangka panjang, seperti radang sendi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement