Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hampir 1 Abad Negara Eropa Ini Tak Menikmati Kereta Api, Apa Alasannya?

Khansa Azzyati Qisthina , Jurnalis-Rabu, 24 Januari 2024 |12:33 WIB
Hampir 1 Abad Negara Eropa Ini Tak Menikmati Kereta Api, Apa Alasannya?
Islandia, hampir 1 abad warganya tidak menikmati kereta api (Foto: Instagram/@oscarbjarna)
A
A
A

SALAH satu negara terbesar di Eropa ini tidak memiliki satu pun jalur kereta api dan tidak pernah memilikinya. Ya, kendati luasnya sama dengan Bulgaria atau Hungaria, Islandia tampaknya tidak memerlukan stasiun kereta atau jalur kereta api.

Proyek kereta api besar terakhir di negara ini ditutup pada tahun 1928. Hal ini berarti masyarakat Islandia belum merasakan bepergian melintasi negara mereka dengan kereta api, selama hampir satu abad.

Express melaporkan negara bagian utara yang berpenduduk 300.000 jiwa, bergantung pada metode alternatif untuk menavigasi wilayah es dan dataran tinggi.

Mobil, bus, atau penerbangan antar kota adalah cara umum orang Islandia bepergian. Jalan yang paling banyak digunakan dan paling penting di pulau ini adalah Rute 1, yang mengelilingi seluruh wilayah negara Islandia.

Salah satu alasan mengapa kereta api belum dilakukan adalah cuaca ekstrem. Badai salju merupakan sering terjadi sehingga menambah tantangan dalam menjaga jalur di medan yang sulit.

Islandia

(Foto: Instagram/@h0rdur)

Jaringan kereta api umum mana pun akan menghadapi tantangan dalam menavigasi pegunungan besar dan letusan gunung berapi. Masalah lainnya adalah relatif jarangnya penduduk Islandia.

Begitu sedikitnya jumlah penduduk di daratan yang luas. Artinya, jaringan kereta api besar mana pun akan kesulitan mendapatkan cukup penumpang untuk beroperasi tanpa subsidi.

Permasalahan lainnya adalah proyek-proyek kereta api yang telah berjalan mengalami kendala.

Jalur paling signifikan yang dibangun di negara ini yakni jalur sepanjang 12 km untuk membantu pembangunan Pelabuhan Reykjavik, melihat para pengacau menggagalkan salah satu kereta dengan menempatkan kereta di seberang rel.

Kereta lain di jalur tersebut mengalami kecelakaan sungguhan ketika bagian relnya roboh di bawah mesin. Hal ini dikarena bantalan rel yang sudah lapuk.

Sementara itu, pada tahun 2004, di jalur yang lebih kecil yang dibangun khusus untuk pembangun yang bekerja di pembangkit listrik tenaga air. Sebuah kereta yang dipenuhi orang bertemu langsung dengan kereta yang membawa semen sehingga melukai tiga pekerja konstruksi.

Menyitir Mirror, sejarah memalukan ini telah membuat masyarakat Islandia merasa 'tidak nyaman' ketika berhubungan dengan kereta api. Meskipun ada banyak upaya untuk memulai jalur ini pada abad ke-20, rencana selalu gagal.

Spekulasi beredar bahwa pemerintah Islandia bermaksud membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi dari ibu kota, Reykjavik, ke bandara utama negara di Keflavik.

Infografis Aturan Berfoto di Stasiun KA

Dinamakan 'Lava Express' yang mengacu pada aktivitas gunung berapi di Islandia, jalur ini akan memudahkan wisatawan internasional untuk melintasi medan yang sulit.

Konstruksi akan dimulai pada tahun 2022, dan penumpang pertama akan diterima pada tahun 2025.

Namun, tampaknya pekerjaan bawah tanah belum mulai beroperasi dalam waktu dekat. Islandia Review melaporkan bahwa ada masalah pendanaan pascapandemi Covid dan proyek tersebut tidak akan dimulai dalam waktu dekat ini.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement