Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada, Duduk Terlalu Lama Sebabkan Risiko Kanker

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Rabu, 10 Januari 2024 |18:00 WIB
Waspada, Duduk Terlalu Lama Sebabkan Risiko Kanker
Bahaya duduk terlalu lama. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

KEBANYAKAN orang seringkali menghabiskan waktu setiap harinya dengan aktivitas duduk. Tidak hanya saat bekerja, terkadang saat bersantai atau beristirahat pun kebiasaan duduk menjadi salah satu aktivitas favorit yang tidak terelakkan.

Akan tetapi, baru-baru ini Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinis, dr Ayman Alatas menjelaskan kebiasaan duduk terlalu lama bisa menyebabkan terjadinya kanker. Hal itu didukung dengan salah satu penelitian yang dia sebutkan bahwa seseorang yang memiliki kebiasaan duduk di atas delapan jam memiliki potensi lebih besar.

“Kalian tau gak sih kalau kelamaan duduk meningkatkan resiko kanker? Ada penelitian atau asosiasi yang menyatakan antara kelamaan duduk delapan jam keatas meningkatkan resiko terjadinya kanker, nggak cuman kanker tapi juga penyakit lainnya seperti obesitas, resiko serangan jantung, serangan stroke, dan lain-lain,” kata dr Ayman, dikutip dari akun TikToknya @aymanalts, Rabu (10/1/2024).

Risiko terlalu lama duduk

Menurut dr Ayman, kanker yang dapat terjadi yaitu kanker kolon, kanker ovarium, dan kanker endometrium, yang mana kanker tersebut terjadi paling banyak pada kalangan perempuan.

Menurut Kemenkes, penyakit tersebut juga bisa terjadi karena saat duduk terlalu lama dapat mengurangi aktivitas otot, khususnya otot besar pada kaki dan punggung. Sehingga dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk mengatur gula darah dan mengenyahkan lemak-lemak berbahaya dalam darah.

Duduk terlalu lama juga merusak fungsi dari pembuluh darah dan meningkatkan risiko lapar lebih besar. Untuk itu, tindakan pencegahan perlu dilakukan agar kondisi seperti ini tidak terus menjadi kebiasaan. Lebih lanjut, dr Ayman menuturkan kondisi ini juga bisa terjadi pada berbagai kalangan, termasuk pada seseorang yang rajin berolahraga.

“Jadi gara-gara kelamaan duduk guys, dan ternyata walaupun kalian rajin olahraga, tapi selama duduknya atau setting timenya di atas delapan jam juga tetap meningkatkan resikonya,” ucap dr Ayman.

Oleh karena itu, dr Ayman mengajak kepada seluruh masyarakat agar lebih peduli dengan kebiasaan kecil yang sering dilakukan. Perbanyak aktivitas fisik dan banyak bergerak menjadi salah satu cara yang dapat menurunkan terjadinya risiko penyakit tersebut muncul.

Tidak lupa dengan menerapkan gaya hidup sehat, pola makan bergizi, aktivitas fisik, serta latihan fisik juga dapat membantu Anda meminimalisir kebiasaan duduk yang terlalu lama.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement