Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sandiaga Beberkan Sederet Pembangunan Sektor Pariwisata di IKN, Ada Hotel Senilai Rp20 Triliun

Syifa Fauziah , Jurnalis-Rabu, 10 Januari 2024 |20:30 WIB
Sandiaga Beberkan Sederet Pembangunan Sektor Pariwisata di IKN, Ada Hotel Senilai Rp20 Triliun
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meng-update perkembangan terkini terkait pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sandi menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan groundbreaking beberapa proyek. Salah satunya pembangunan Hotel Nusantara dengan nilai investasi mencapai Rp20 triliun.

"Pembangunan Hotel Nusantara oleh konsorsium yang namanya juga Nusantara investasinya bukan kaleng-kaleng Rp20 triliun," katanya dalam acara The Weakly Brief with Sandi Uno, via daring, Rabu (10/1/2024).

Hotel itu melakukan groundbreaking pada 21 September 2023. Serta memiliki target beroperasi pada Agustus 2024 mendatang.

Selain itu, ada juga PT Sirius Surya Sentosa yang membangun Hotel Vasanta, PT Pakuwon Jati dengan membangun pusat perbelanjaan Superblok kondominium dan tiga hotel.

“Total investasinya Rp5 triliun. Telah melakukan groundbreaking pada 1 November 2023. Proyek itu dikerjasamakan dengan Marriott International melalui Four Points by Sheraton," tambahnya.

Ada pula BSH Community Hub, berupa hotel dan restoran yang telah melakukan groundbreaking pada 21 Desember 2023.

Kemudian juga PT ARCS House Wisata Indonesia yang telah menyatakan komitmennya untuk mengembangkan hotel dan resort dengan brand lokal yaitu Jambuluwuk.

"Kita akan dorong terus, proyek tersebut memperkuat kehadiran parekraf di IKN," jelasnya.

Infografis Destinasi Wisata Super Prioritas

Mantan Ketua Kadin ini juga menyebut pihaknya akan terus melakukan promosi investasi di IKN terutama di sektor parekraf. Pasalnya, konsep ecotourism sangat cocok dengan IKN.

“Karena tidak merusak lingkungan dan 75 persen masih hutan tropis dan 25 persen dibangun sebagai fasilitas,” tutup Sandi.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement