SAAT malam pergantian tahun baru kerap turun hujan deras. Padahal, sudah ada acara dan janji untuk berkumpul bersama dengan keluarga dan sahabat.
Tapi kok sering ya menuju pergantian tahun, hujan malah turun dengan sangat deras. Apakah ada alasan di balik itu?
Menurut kepercayaan Jawa, turunnya hujan saat pergantian tahun ini memiliki alasan tersendiri lho.
Pada saat malam pergantian tahun ini dipercaya sebagai momen di mana alam sedang bekerja. Oleh karenanya, sering terjadi fenomena alam, salah satunya yaitu turun hujan.
TMII hujan di malam tahun baru (Foto: MPI)
Bahkan ketika memasuki akhir tahun, sering ditemui berbagai fenomena alam yang melanda bumi, seperti gempa bumi, gunung meletus, termasuk hujan yang disertai banjir.
“Cara alam bekerja itu ya seperti gunung meletus, tanah longsor, banjir, dan juga laut itu mengalami pasang sampai terjadi tsunami itu adalah tanda alam sedang bekerja,” bunyi penjelasan seperti dikutip MNC Portal dari channel YouTube Gusti Wejangan Jawa.
Selain itu, kepercayaan Jawa juga memaknai pergantian tahun sebagai momen untuk lebih berhati-hati dan lebih baik merefleksikan diri di rumah.
Seperti halnya jika terjadi hujan yang deras dan tak kunjung reda, maka sebaiknya masyarakat tidak menerjangnya, melainkan tetap berada di rumah.
“Ini cara alam memberi tahu manusia ibaratnya alam bilang 'ini acaraku jangan diterjang, jangan dilangkahi'. Jadi secara tidak langsung Anda disuruh diam di rumah, jangan bepergian,” jelas kanal tersebut.
Turunnya hujan saat malam pergantian tahun menjadi petunjuk dari semesta agar manusia bisa merenung dan berdoa supaya diberikan keselamatan hidup di tahun yang akan datang. Selain itu, manusia juga seharusnya mampu hidup berdampingan dengan alam, bukan justru melawan alam.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.