Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak seperti Indonesia, Pakistan Larang Perayaan Tahun Baru sebagai Bentuk Solidaritas atas Palestina

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis-Senin, 01 Januari 2024 |09:02 WIB
Tak seperti Indonesia, Pakistan Larang Perayaan Tahun Baru sebagai Bentuk Solidaritas atas Palestina
Perdana Menteri Pakistan, Anwaar-ul-Haq Kakar (Foto: PMO)
A
A
A

MALAM pergantian tahun selalu identik dengan perayaan pesta kembang api, acara makan besar bersama keluarga, kumpul-kumpul maupun kegiatan lain yang sifatnya membawa manusia lalai dan larut pada hura-hura.

Hal tersebut hampir terjadi di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia yang selalu merayakan tahun baru begitu semarak.

Namun, lain cerita dengan Pakistan. Ya, negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam itu melarang keras rakyatnya ikut-ikutan berpesta merayakan malam tahun baru.

Alasannya sungguh sangat mulia, yakni demi menunjukkan rasa empati dan solidaritas terhadap umat muslim di Gaza, Palestina yang masih terus menderita di bawah penjajahan bangsa zionis Israel.

Mengutip France 24, Perdana Menteri Pakistan, Anwaar-ul-Haq Kakar menegaskan, karena situasi di Jalur Gaza, pemerintah telah sepenuhnya melarang segala macam acara yang berkaitan dengan perayaan tahun baru.

Perayaan Malam Tahun Baru di Jakarta

Perayaan malam tahun baru di Bundaran HI, Jakarta (Foto: Fadli/MPI)

“Mengingat situasi yang sangat memprihatinkan di Palestina, dan untuk menunjukkan solidaritas terhadap saudara-saudara kita di Palestina yang tertindas, akan ada larangan total oleh pemerintah Pakistan terhadap segala acara yang berkaitan dengan Tahun Baru,” kata Kakar, melansir Arab News.

Pihaknya juga mengimbau rakyat Pakistan memaknai pergantian tahun dengan kesederhanaan, bukan hura-hura yang membawa manusia pada sifat lalai kepada Tuhan.

Sebagaimana diketahui pemboman udara dan invasi darat Israel yang tiada henti ke Gaza telah menghancurkan sebagian besar wilayah utara Gaza, dan menewaskan sedikitnya 21.320 orang. Korban sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut laporan kesehatan Gaza yang dikelola Hamas. kementerian.

“Seluruh bangsa Pakistan dan umat Islam sangat sedih atas genosida rakyat Palestina yang tertindas, terutama pembantaian anak-anak tak berdosa, di Gaza dan Tepi Barat," ucap Kakar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement