Jenis komplikasi ini biasanya tidak terjadi pada individu muda dan sehat, terlebih terdapat lebih dari 15 juta kasus infeksi SARS-CoV-2 pada anak yang dilaporkan. Hal ini membuat terkejut dan masih perlu melakukan analisa lebih lanjut untuk memastikannya.
“Melihat seorang anak SMA yang muda, sehat, dan bersemangat tiba-tiba kehilangan salah satu saraf kranialnya yang penting, sehingga membuat mereka tidak dapat bernapas adalah hal yang sangat tidak biasa dan memerlukan beberapa analisis,” ucap Hartnick.
“Fakta bahwa anak-anak sebenarnya bisa mengalami efek neurotropik jangka panjang akibat Covid-19 ini, adalah sesuatu yang penting untuk diwaspadai,” tegasnya singkat.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.