Kasus tersebut menunjukkan bahwa kelumpuhan pita suara mungkin merupakan komplikasi virus yang berhubungan dengan sistem saraf (neuropatik), selain komplikasi neurologis yang sudah umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.
“Virus ini telah menyebabkan komplikasi neurologis, termasuk sakit kepala, kejang, dan neuropati perifer,” tulis dokter ahli THT Danielle Larrow dan Christopher Hartnick dari Mass Eye and Ear di Harvard Medical School dikutip dari Sciencealert.
“Kasus saat ini mengungkapkan bahwa kelumpuhan pita suara mungkin merupakan gejala sisa neuropatik tambahan dari virus tersebut,” sambungnya.
Neuropati pasca-virus diketahui sebagai penyebab kelumpuhan pita suara, dan terdapat beberapa laporan kelumpuhan pada salah satu atau kedua pita suara orang dewasa sebagai komplikasi infeksi SARS-CoV-2.