Sang wanita berhak menerima atau menolak pria yang datang kepadanya. Jika sang wanita menerima, maka mereka akan melakukan hubungan intim pada malam itu. Wanita dapat mengganti pasangannya jika merasa tidak cocok.
Perempuan Suku Mosuo bisa memiliki lebih dari satu pasangan sepanjang hidupnya. Mereka tinggal bersama tanpa ada ikatan pernikahan formal seperti pernikahan. Kemudian, anak-anak hasil dari hubungan ini diasuh oleh ibu dan keluarga perempuan.
Sistem matriarki Suku Mosuo di China terjadi karena rasa sakit hati ditinggal suami. Pada zaman dahulu, wanita suku ini di tinggal suami mereka untuk berdagang menelusuri Jalur Sumatera ke India. Sehingga mereka lebih banyak mengambil peran seorang pria di lingkungannya.
(Foto: vice.com)
Penting untuk dicatat bahwa sistem matriarki yang ada di Suku Mosuo tidak berarti bahwa wanita sepenuhnya menguasai semua aspek kehidupan.
Namun, mereka memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan keluarga, kegiatan pertanian, dan bisnis.
Perempuan Mosuo sering menjadi pemimpin keluarga, mengatur keuangan, dan bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya alam.
(Rizka Diputra)