Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamenparekraf Paparkan Implementasi Blue, Green, and Circular Economy di Sektor Parekraf

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Kamis, 07 Desember 2023 |09:07 WIB
Wamenparekraf Paparkan Implementasi Blue, Green, and Circular Economy di Sektor Parekraf
Wamenparekraf RI, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf RI)
A
A
A

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf), Angela Tanoesoedibjo memaparkan implementasi prinsip blue, green, and circular economy pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam "Rakornas Percepatan Pengembangan 5 DPSP Semester II - 2023".

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo memaparkan implementasi prinsip blue, green, and circular economy pada sektor parekraf dalam "Rakornas Percepatan Pengembangan 5 DPSP Semester II - 2023" di Golo Mori Convention Center, Rabu kemarin.

Dalam rapat yang digelar di Golo Mori Convention Center, Rabu, Wamenparekraf mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf sedang menyusun implementasi blue, green, dan circular economy pada sektor pariwisata.

“Karena ini salah satu strategi ke depan yang sedang Kemenparekraf/Baparekraf susun untuk menjadi pembeda destinasi pariwisata Indonesia,” tuturnya.

Blue, green, and circular economy memiliki potensi dan keuntungan besar untuk pembangunan ekonomi global berkelanjutan. Implementasinya dapat menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru hingga pertumbuhan ekonomi.

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

Ia menjelaskan langkah akselerasi yang telah dilakukan Kemenparekraf dalam implementasi prinsip blue, green, and circular economy pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, antara lain penyusunan dokumen Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang memuat unsur sustainable tourism, CHSE/K3, dan inclusivity.

“Jadi harapannya ini bisa menjadi standar untuk sektor pariwisata di Indonesia,” kata Wamenparekraf.

Selain itu, Kemenparekraf/Baparekraf juga menggelar pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM parekraf; melakukan kampanye seperti penerapan prinsip BGCE dalam event-event pariwisata dengan tema renewable dan sustainable; berkolaborasi antar stakeholders; dan pemberian apresiasi seperti Green Hotel Award, dan ADWI dengan kategori Kategori Penilaian Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability.

Lebih lanjut, Wamenparekraf Angela juga memaparkan peningkatan inklusivitas pariwisata melalui pengembangan creative entrepreneurship di desa wisata.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement