Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut subvarian ini sebagai 'varian of interest'. Subvarian ini telah mengalami perubahan genetik yang mempengaruhi tingkat percepatan penyebarannya, bahkan sejak September lalu.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa subvarian EG.5 sempat mendominasi sebanyak 29,4 persen kasus Covid-19 di Amerika Serikat. Artinya subvarian EG.5 menyebar dengan sangat cepat dan mempunyai tingkat penularan yang cukup tinggi dibanding dengan varian-varian yang ada sebelumnya.
Sama halnya dengan varian lainnya, subvarian EG.5 menimbulkan beberapa gejala yang cenderung muncul pada saluran pernapasan bagian atas pilek, sakit tenggorokan, dan gejala mirip pilek lainnya.
Meskipun demikian, virus ini dapat menyebabkan penyakit parah pada saluran pernapasan bagian bawah, bagi orang berusia 65 tahun ke atas dengan sistem imunitas yang rentan atau berisiko.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.