Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inilah Arti Sebenarnya Emoji Wajah Tanpa Mulut

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Rabu, 29 November 2023 |17:57 WIB
Inilah Arti Sebenarnya Emoji Wajah Tanpa Mulut
Ilustrasi untuk arti sebenarnya emoji tanpa mulut (Foto: Tech Radar)
A
A
A

BANYAK masyarakat yang penasaran dengan arti sebenarnya emoji wajah tanpa mulut karena begitu akrab digunakan sehari-hari.

BACA JUGA:

Mengenal 30 Arti Emoji WA Paling Sering Digunakan, Jangan Salah Arti Ya! 

Emoji merupakan salah satu elemen yang secara luas digunakan pada media sosial, aplikasi chatting, email, dan lain-lain.

Penggunaan emoji sendiri biasanya bertujuan untuk mengekspresikan emosi atau objek tertentu seperti hewan, makanan, pekerjaan, olahraga, dan lain-lain. Tidak heran jika elemen ini telah memiliki sekitar 3.782 jenis per September 2023 menurut Emojipedia.

Banyaknya emoji yang ada sering kali menimbulkan kesalahpahaman karena tidak tahu arti yang sebenarnya dari emoji tersebut. Seperti misalnya emoji wajah tanpa mulut atau face without mouth/blank face ini.

Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (29/11/2023), emoji berwarna kuning dengan mata dan tanpa mulut ini ternyata memiliki arti beragam, seperti speechless atau tidak bisa berkata apa-apa. Selain itu, emoji ini juga bisa berarti orang itu m berdiam atau tidak ingin berkomentar lagi.

Menurut Emojipedia, emoji yang pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2010 tersebut juga bisa berarti kebisuan, kerendahan hati, dan keheningan. Emoji ini juga menyampaikan pesan emosi yang negatif, seperti kekecewaan, frustasi, dan kesedihan.

Setelah mengetahui arti yang sebenarnya dari emoji wajah tanpa mulut ini, kedepannya pastikan Anda menggunakan emoji tersebut dalam konteks yang tepat agar menghindari kesalahpahaman.

Sejarah Emoji

Sebelum ada emoji, masyarakat lebih dahulu mengenal emoticon sejak tahun 1990an. Dilansir dari Discover Magazine, Scott Fahlman seorang profesor ilmu komputer di Universitas Carnegie Mellon dianggap sebagai penemu emoticon.

Fahlman saat itu menganjurkan mahasiswanya untuk mengirimkan email dengan tambahan emoticon untuk menambah konteks emosional dan mencegah miskomunikasi. Lambat laun, emoticon justru meledak di berbagai ruang chat online.

Bertahun-tahun setelahnya, seorang seniman Jepang bernama Shigetaka Kurita menciptakan emoji pada 1999. Kala itu Kurita bekerja dangn tim pengembangan ‘i-mode’ yakni sebuah platform internet seluler awal dari operator seluler utama DOCOMO di Jepang.

Tujuan Kurita membuat emoji adalah agar pengguna bisa menyampaikan informasi menjadi cara yang sederhana dan ringkas. Ia pun membentuk gambar berukuran 12 x 12 piksel yang nantinya bisa dipilih di keyboard i-mode.

Kala itu Kurita berhasil membuat 176 emoji dan saat ini emoji asli Kurita tersimpan di Museum Seni Modern New York sebagai koleksi permanen.

Seiring berjalannya waktu, emoji terus dikembangkan hingga muncul berbagai macam elemen, seperti cuaca (matahari, awan, payung, manusia salju), lalu lintas (mobil, trem, pesawat, kapal), teknologi (telepon rumah, ponsel, TV, GameBoy), dan semua fase bulan.

Perusahaan di luar Jepang, seperti Apple, pun tertarik untuk memasukkan emoji ke dalam produknya. Hingga pada 2007, tim internasionalisasi perangkat lunak di Google memutuskan untuk memimpin tuntutan agar petisi emoji bisa diakui oleh Konsorsium Unicode.

Lalu pada 2010 Unicode resmi mengadopsi emoji dan menambahkan ratusan emoji lain. Setahun setelahnya, Apple menambahkan emoji pada keyboardnya dan diikuti oleh Android setahun kemudian.

Demikian arti sebenarnya emoji wajah tanpa mulut.

(Hafid Fuad)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement