Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Optimis Indonesia Keluar dari Middle Income Trap, Angela Tanoesoedibjo: Kita Bisa Sejajar dengan Jepang dan Korea

Selvianus , Jurnalis-Rabu, 29 November 2023 |14:08 WIB
Optimis Indonesia Keluar dari <i>Middle Income Trap</i>, Angela Tanoesoedibjo: Kita Bisa Sejajar dengan Jepang dan Korea
Wamenparekraf RI, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)
A
A
A

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo rupanya sangat fokus pada bonus demografi atau proporsi penduduk usia produktif 15-64 tahun yang diperkirakan mencapai 60 persen.

Dengan fenomena kebanjiran bonus demografi ini, Wamenparekraf Angela berharap, Indonesia mampu keluar dari Middle Income Trap yang masih di sekitar Gross National Income (GNI) perkapita Indonesia sebesar USD4.580.

"Sekarang puncak bonus demografi, dan ini bukan waktu yang panjang, waktu sangat pendek 7 tahun. Dengan bonus demografi seperti ini, supaya Indonesia bisa keluar dari Middle Income Trap, finally kita bisa menjadi negara maju sejajar negara-negara seperti Swiss, Australia, Jepang dan Korea," kata Angela Tanoesoedibjo dalam sambutannya pada acara Rakernas Gereja Bethel Indonesia (GBI) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2023).

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo

(Foto: Selvianus/MPI)

Angela mencontohkan beberapa negara maju taraf hidupnya jauh lebih tinggi daripada Indonesia.

Bahkan dari segala lini pendapatan negara seperti aktivitas Ekspor serta inovasi teknologi jauh lebih unggul.

Adanya hal ini, dia mendorong generasi-generasi muda mampu melakukan hal-hal positif, dan mampu meningkatkan pendapatan negara, agar mampu keluar dari middle income trap.

"Kalau kita ke negara-negara itu apa yang menjadi dasar dengan negara-negara berkembang. Kalau negara maju pasti rakyatnya jauh lebih sejahtera, kualitas lebih tinggi, harapan lebih tinggi," papar Angela.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement