INDONESIAN Chef Association (ICA) menggelar kompetisi untuk para chef profesional atau Black Box Competition dalam rangkaian ajang Food and Beverage Chef Festival 2023. Menariknya, peserta yang berpartisipasi adalah para Ketua BPD ICA dari berbagai daerah di Indonesia.
Black Box Competition digelar di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP), Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/11/2023). Peserta tampak serius mengolah makanan yang sejak awal kompetisi masih dirahasiakan. Mereka baru mengetahui setelah membuka box yang berisi bahan-bahan makanan.
"Acara Black Box Competition diramaikan ole para Ketua BPD ICA. Sifatnya masih rahasia, peserta belum tahu akan memasak, begitu juga kami judges. Temanya tentang makanan Indonesia," tutur Presiden ICA Susanto Santo atau Chef Santo kepada okezone.com di PRPP, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (26/11/2023).

Sekalipun chef profesional, aura tegang juga tampak dari peserta. Mereka berusaha keras untuk memberikan sajian makanan yang terbaik dan bisa menjadi juara.
Peserta kali ini diikuti oleh lima tim. Tim pertama, yaitu Team Jamin diwakili oleh Chef Edi dan Chef Khairul. Kemudian tim dua, yaitu Team Sambo ada Chef Fahriansyah dan Chef Anton. Untuk peserta tiga, yaitu Team Janda diwakili Chef Hendro dan Chef Sodikin. Lalu di tim empat, Team Double B ada Chef Bonny dan Chef Benny. Terakhir tim lima, yaitu Team Sukatim ada Chef Hasan Basri dan Chef Yadi.
"Kriteria penilaian ditentukan oleh beberapa tahapan. Ada lima persen score dari total penilaian, dari sisi persiapan. Kelihatan rapi atau kusut, jadi ini yang perlu diperhatikan. Waktu juga menjadi penilaian dan 70 persen ke rasa dan penampilan," tutur Chef Chandra Yudasswara, salah satu juri Black Box Competition di lokasi penjurian.
Selama ajang Black Box Competition, peserta wajib membuat dua menu, main course dan appetizer. Dalam box peserta, ada bahan seperti bandeng, tiram dan daging sapi yang bisa mereka olah.
"Seru sih lihatnya acara Black Box Competition ini. Kebetulan bahan-bahannya aku yang siapin. Apalagi ini pesertanya internal, anggota ICA," tutur Chef Brian Wicaksono selaku Kordinator Event Black Box Competition 2023.
Sekalipun pesertanya dari internal, kata Chef Brian, pressure-nya lebih tinggi. Pasalnya, waktu yang diberikan peserta jauh lebih pendek.
"Kali ini waktunya 50 menit untuk membuat dua menu, main course dan appetizer. Sementara Chef Expo yang tingkat nasional, waktunya 120 menit," kata Chef Brian.

Dari peserta Black Box Competition merasakan betul keseruan sekaligus tantangan selama ajang kompetisi.
"Rasanya seru karena kami tidak mengetahui bahan apa saja yang dimasak. Tim juga tidak dipersiapkan sebelumnya. Tapi itulah tantangannya dan lebih kompak," kata Chef Anton.
Chef Anton bersama Chef Fahriansyah, Ketua BPD ICA Jawa Timur membuat tiram kelak kuning yang merupakan makanan sasak, serta daging dan bandeng gulung saus dua rasa.
"Cukup menantang. Persiapan apa saja. Kami baru menyusun strategi setelah mengetahui bahan dalam box," tutur Chef Fahriansyah.
Menurutnya, ajang ini sekaligus mengenalkan kepada masyarakat umum terkait kondisi sesungguhnya di dapur, di mana ada pressure.
"Mereka jadi paham ada tekanan di dapur. Sehingga masyarakat tahu kinerja dari seorang chef yang tidak boleh dipandang sebelah mata dan profesi chef adalah menjanjikan," katanya.
Ajang Black Box Competition ini dinilai oleh para juri, di antaranya Presiden ICA Chef Susanto Santo, Chef Chandra Yudasswara, Chef Yongki Gunawan, Chef Henry Alexie Bloem, dan Mariska Kuhn selaku Vice President Sales PT Sango Ceramics.
Selama ajang Black Box Competition, peserta wajib membuat dua menu, main course dan appetizer. Dalam box peserta, ada bahan seperti bandeng, tiram dan daging sapi yang bisa mereka olah.
"Seru sih lihatnya acara Black Box Competition ini. Kebetulan bahan-bahannya aku yang siapin. Apalagi ini pesertanya internal, anggota ICA," tutur Chef Brian Wicaksono selaku Kordinator Event Black Box Competition 2023.
Sekalipun pesertanya dari internal, kata Chef Brian, pressure-nya lebih tinggi. Pasalnya, waktu yang diberikan peserta jauh lebih pendek.
"Kali ini waktunya 50 menit untuk membuat dua menu, main course dan appetizer. Sementara Chef Expo yang tingkat nasional, waktunya 120 menit," kata Chef Brian.

Dari peserta Black Box Competition merasakan betul keseruan sekaligus tantangan selama ajang kompetisi.
"Rasanya seru karena kami tidak mengetahui bahan apa saja yang dimasak. Tim juga tidak dipersiapkan sebelumnya. Tapi itulah tantangannya dan lebih kompak," kata Chef Anton.
Chef Anton bersama Chef Fahriansyah, Ketua BPD ICA Jawa Timur membuat tiram kelak kuning yang merupakan makanan sasak, serta daging dan bandeng gulung saus dua rasa.
"Cukup menantang. Persiapan apa saja. Kami baru menyusun strategi setelah mengetahui bahan dalam box," tutur Chef Fahriansyah.
Menurutnya, ajang ini sekaligus mengenalkan kepada masyarakat umum terkait kondisi sesungguhnya di dapur, di mana ada pressure.

"Mereka jadi paham ada tekanan di dapur. Sehingga masyarakat tahu kinerja dari seorang chef yang tidak boleh dipandang sebelah mata dan profesi chef adalah menjanjikan," katanya.
Ajang Black Box Competition ini dinilai oleh para juri, di antaranya Presiden ICA Chef Susanto Santo, Chef Chandra Yudasswara, Chef Yongki Gunawan, Chef Henry Alexie Bloem, dan Mariska Kuhn selaku Vice President Sales PT Sango Ceramics.
(Tuty Ocktaviany)