UPAYA gencar untuk menurunkan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, dengan penyebaran nyamuk Wolbachia pemakan nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD tengah digencarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
Dimulai di Yogyakarta, saat ini sudah terlihat adanya penurunan kasus penyakit DBD. Bahkan atas keberhasilannya tersebut, car aini mendapat respon positif dari masyarakat Yogyakarta.
Dengan mempertimbangkan hasil yang baik tersebut, kini Kemenkes diketahui berencana memperluas area penyebaran nyamuk ber-Wolbachia di lima kota di Indonesia yaitu Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang, dan Kupang.
Meski sudah menunjukkan hasil yang baik, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu menyebut metode nyamuk ber-Wolbachia tetap dimonitoring.
“Kendati telah menunjukkan hasil yang baik, maka pelaksanaan nyamuk ber-Wolbachia tetap memerlukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” ujar Maxi, dikutip dalam keterangan resmi yang didapat MNC Portal Indonesia, Sabtu (25/11/2023)
“Ini gunanya mengetahui perkembangan dari penyebaran nyamuk ber-Wolbachia,” sambungnya.
Saat ini Kemenkes juga mengeluarkan Buku Pedoman Penanggulangan Dengue dengan menggunakan metode nyamuk ber-Wolbachia di lima kota, untuk memastikan implementasi Wolbachia berjalan lancar, sesuai dengan penelitian yang dilakukan di Yogyakarta.
Informasi lebih lanjut, Peneliti Bakteri Wolbachia dan Demam Berdarah dari Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Prof Dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD atau kerap di sapa dengan Prof Uut mengatakan keberhasilan penyebaran dengue di Yogyakarta ini sudah berjalan efektif sejak 2016. Bahkan dapat dikatakan jumlah ini merupakan yang terendah selama 30 tahun terakhir.
“Terbukti, daerah yang disebar nyamuk ber-Wolbachia mampu menurunkan angka kejadian demam berdarah hingga 77 Persen dan angka perawatan rumah sakit juga turun hingga 86 Persen,” ucap Prof Uut.
Selain penurunan kasus, ternyata dengan upaya penyebaran nyamuk ber-Wolbachia ini, juga inilai sebagai salah satu cara menekan anggaran penanganan dengue Kota Yogyakarta, tepatnya untuk pembiayaan untuk fogging atau pengasapan.
Selain itu, dengan penurunan jumlah kasus dengue yang dirawat inap juga diperkirakan dapat menghemat biaya perawatan pasien dengue yang menggunakan BPJS Kesehatan.
“Sekitar tahun 2017-an di satu kabupaten bisa Rp8-9miliar untuk kasus dengue. Jadi ini bisa menjadi potensi penghematan yang besar,” tutup Prof Uut.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.