SUKU Carang Lembayung dipercaya hidup di Purbalingga Utara, Jawa Tengah. Keberadaan suku tersebut sebenarnya masih menuai perdebatan karena belum ada dokumentasi dan bukti yang kuat.
Kendati demikian, masyarakat Purbalingga khususnya yang tinggal di perbukitan seperti Desa Tundagan, Desa Sirau, Desa Panusupan, dan lain-lain masih cukup mempercayai eksistensi suku Carang Lembayung atau dengan nama lain suku Pejajaran atau Pijajaran.
Menurut cerita rakyat, orang-orang suku Carang Lembayung memiliki fisik yang unik seperti tidak memiliki tumit sehingga jalannya jinjit dan tidak memiliki lengkungan di atas bibir.
BACA JUGA:
Tidak hanya itu saja, suku yang juga disebut sebagai ‘Wong Alas’ ini juga dipercaya memiliki ilmu gaib dan kesaktian sehingga konon bisa mengutuk seisi desa dan meneror kehidupan di dalamnya jika ada warga yang berani mengusik Suku Carang Lembayung.
Suku Carang Lembayung juga konon diceritakan punya kemampuan menghilang dalam angin, atau berubah wujud menjadi hewan seperti macan.
Berdasarkan sejarahnya, suku Carang Lembayung dipercaya berasal dari Kerajaan Pajajaran. Di zaman dahulu, Raden Mundingwangi beserta pengikutnya bergerak menuju Pegunungan Ardi Lawet untuk melakukan semedi.
BACA JUGA:
Namun, di tengah jalan rombongan tersebut bertemu dengan Syekh Atas Angin, yakni seorang penyebar agama Islam. Pertemuan tersebut berakhir dengan adu ilmu kesaktian yang kemudian dimenangkan oleh Syekh Atas Angin.
Raden Mundingwangi yang kalah pun merelakan dirinya untuk masuk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Syekh Jambu Karang. Meski demikian, tidak semua pengikut Raden Mundingwangi mau mengikuti keyakinan yang sama.
Beberapa pengikut yang tetap pada keyakinannya akhirnya mengasingkan diri ke dalam hutan. Pengikut inilah yang konon menjadi cikal bakal peradaban Suku Carang Lembayung atau Suku Pijajaran.
BACA JUGA:
Di pedalaman, mereka masih terus mempraktekan ilmu-ilmu yang sebelumnya telah diajarkan oleh Raden Mundingwangi. Lama kelamaan, fisik mereka mengalami evolusi sehingga penampilannya tidak menyerupai manusia seperti umumnya.
Menurut kesaksian warga setempat, Suku Carang Lembayung memiliki ilmu magis yang bisa merubahnya menjadi macan, menghilang, atau mendatangkan penyakit bagi siapa saja yang membicarakan mereka.
Demikian mitos suku Carang Lembayung.
(Salman Mardira)