MEDIA sosial belum lama ini dihebohkan dengan menu pendamping pencegahan stunting pada anak yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan gizinya. Alhasil banyak masyarakat yang mengkritik menu makanan tersebut.
Merujuk pada persoalan tersebut, kejadian stunting ternyata tidak hanya diandalkan lewat makanan saja, lho! Kebiasaan lainnya pun dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan stunting, salah satunya berhenti mengonsumsi rokok. Karena hal itu dapat membuat anak menjadi stunting.
Menurut Dinas Kesehatan DKI Jakarta, perilaku merokok yang dilakukan orangtua ternyata sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Lantas mengapa hal tersebut bisa terjadi?
“Melalui asap rokok, orangtua perokok secara langsung memberikan efek pada tumbuh kembang anak,” kata Dinkes DKI Jakarta, dikutip dalam Instagram miliknya @dinkesdki, Senin (20/11/2023).

Jika dilihat dari sisi biaya pengeluaran belanja, jika orangtua adalah seorang perokok maka dia akan mengurangi 'jatah' keperluan lainnya seperti biaya kesehatan, pendidikan, dan lain-lain demi sebatang rokok, yang seharusnya hal itu bisa dijadikan keperluan anak untuk menunjang pertumbuhannya.
Selain itu, anak-anak yang tinggal di rumah dengan orangtua perokok kronis serta perokok transien juga cenderung memiliki pertumbuhan lebih lambat dalam segi berat dan tinggi, dibandingkan anak yang tinggal tanpa orangtua perokok.