Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerap Disebut Jelmaan Siluman, Apakah Buaya Putih Berbahaya?

Cahyo Yulianto , Jurnalis-Senin, 20 November 2023 |14:03 WIB
Kerap Disebut Jelmaan Siluman, Apakah Buaya Putih Berbahaya?
Buaya putih atau albino (Foto: Pixabay)
A
A
A

APAKAH buaya putih hewan berbahaya? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak Anda. Padahal semua buaya diketahui ialah jenis predator sangat berbahaya baik buaya air tawar, buaya air asin, termasuk buaya putih sekalipun.

Mengutip laman Owlcation, buaya pada umumnya memiliki warna kulit dan sisik yang kehitaman.

Namun pada beberapa kasus buaya juga dapat memiliki warna kulit yang putih. Hal ini bisa terjadi karena dua hal, yakni karena buaya tersebut albino atau karena buaya tersebut mengalami leucism.

Albinisme atau albino adalah kelainan bawaan yang terjadi pada makhluk hidup. Albino terjadi saat tubuh makhluk hidup tidak memiliki melanin, yakni pigmen warna gelap dalam tubuh. Hal inilah yang membuat beberapa makhluk hidup termasuk buaya memiliki warna putih.

Buaya Putih

(Foto: danspetcare/California Academy of Sciences)

Berbeda dengan albino, buaya putih yang disebabkan oleh leucism tidak hanya kekurangan pigmen warna gelap saja. Akan tetapi semua jenis pigmen dalam tubuhnya memiliki jumlah yang sedikit. Karena kekurangan pigmen inilah yang membuat buaya menjadi putih.

Biasanya, buaya putih yang disebabkan karena albino dan leucistic dapat dilihat dari warna matanya.

Buaya putih karena albino biasanya memiliki warna mata yang merah karena pembuluh darah di bawah matanya dapat terlihat melalui iris. Sedangkan buaya yang putih karena leucistic memiliki warna mata yang normal seperti buaya pada umumnya.

Lantas apakah buaya putih ini berbahaya? pada dasarnya, buaya putih sama seperti buaya pada umumnya, yakni berbahaya.

Melansir Audubon Nature Institute, berbagai jenis buaya termasuk buaya putih umumnya tidak tertarik sama sekali pada manusia.

Namun dalam beberapa kasus, saat manusia memberi makan buaya liar, buaya dapat mengira manusia sebagai makanannya sehingga bisa saja buaya akan menyerangnya.

Meski begitu, sangat jarang ditemukan kasus mnusia diserang buaya putih. Spesies buaya ini bahkan lebih banyak diburu oleh manusia untuk dijual ataupun dipelihara karena warna kulitnya yang eksotik.

Buaya Putih

(Foto: Flickr/Thierry Gasselin)

Saat di alam liar, buaya putih juga cenderung memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah.

Hal ini karena warna mereka yang mencolok membuatnya sulit bersembunyi dari para predator termasuk manusia yang berusaha menangkapnya.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement