Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengulik Asal-usul Nasi Jangkrik, Kuliner Legendaris Favorit Sunan Kudus

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Jum'at, 17 November 2023 |10:00 WIB
Mengulik Asal-usul Nasi Jangkrik, Kuliner Legendaris Favorit Sunan Kudus
Nasi Jangkrik, kuliner legendaris favorit Sunan Kudus (Foto: dok. pribadi/K DW)
A
A
A

INDONESIA sangat kaya akan kuliner tradisional dengan cita rasa khasnya. Salah satunya ialah Nasi Jangkrik, yang merupakan makanan favorit salah satu anggota Wali Songo, yakni Sunan Kudus atau Sayyid Ja'far Shodiq yang melegenda.

Makanan khas Kudus ini mungkin tidak setenar makanan Kudus lainnya, seperti soto Kudus maupun Lentog Tanjung.

Nasi Jangkrik bahkan sudah eksis sejak ratusan tahun silam. Selain Sunan Kudus, sajian tradisional ini juga kegemaran Kyai Telingsing adalah tokoh penyebar agama Islam di Kudus yang hidup sezaman dengan Sunan Kudus.

Asal-usul nasi jangkrik

Memiliki nama yang tergolong unik dan nyentrik, pada dasarnya nama nasi jangkrik, tak ada data yang secara valid sebagai terkait asal-usul di balik kata “jangkrik” yang menjadi nama bagi menu warisan Sunan Kudus ini.

Dari cerita yang populer, nama jangkrik telah digunakan oleh Sunan Kudus semasa hidupnya. Dikisahkan, pada suatu hari, Sunan Kudus dan Kyai Telingsing berkumpul di tajug Menara Kudus bersama dengan para wali lainnya.

Sementara, istri Sunan Kudus menyiapkan sebuah masakan yang sekarang populer dengan nama nasi jangkrik sebagai sajian.

Nasi Jangkrik

(Foto: Instagram/@coklatkita)

Kelezatan hidangan tersebut nyatanya membuat para wali terpikat hingga terdengar suara celetukan. Konon celetukan itu datang dari Kyai Telingsing. “Jangkrik, masakan apa iki, kok enake pol,” demikian kira-kira suara celetukan itu, yang memiliki arti “Jangkrik, masakan apa ini, kok enak sekali?,"

Dalam masyarakat Jawa, kata “jangkrik” biasa dijadikan sebagai penggambaran semacam pisuhan (makian) tapi lebih halus dan cenderung positif sebagai penghangat suasana. Celetukan Kyai Telingsing sendiri berarti pujian akan kelezatan masakan hasil olahan istri Sunan Kudus yang sedang disantapnya. Sehingga dari situlah, konon nama nasi jangkrik berasal.

Namun, versi lain menyebutkan bahwa penamaan nasi jangkrik berasal dari bawang goreng yang ditaburkan di atas nasi jangkrik. Sekilas, bawang goreng itu memiliki bentuk mirip sayap jangkrik yang berwarna mengkilap kecoklatan. Maka dari situlah konon masakan itu dinamakan nasi jangkrik.

Hidangan tradisi buka luwur

Nasi jangkrik oleh masyarakat Kudus dijadikan sebagai hidangan yang dibagikan secara gratis kepada sesama saat puncak tradisi buka luwur atau pelepasan kain selubung makam Sunan Kudus yang diadakan pada setiap tanggal 10 Muharram (Asyura).

Luwur merupakan kain kelambu atau selubung penutup makam. Dalam tradisi buka luwur, luwur yang menutupi makam Sunan Kudus diganti baru.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement