DIABETES merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Tingginya kadar gula darah penderita diabetes bakal menjadi induk dari berbagai penyakit komplikasi lainnya.
Publik pun perlu mewaspadai penyakit diabetes ini termasuk perempuan. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) DR Dr Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD-KEMD, FINASIM mengungkap data Prevelensi Diabetes Melitus pada 2018. Berdasarkan data tersebut terlihat penyandang diabetes perempuan lebih tinggi jumlahnya ketimbang pasien laki-laki.
“Perempuan lebih banyak menyandang diabetes. Di tahun 2018, pasien diabetes perempuan mencapai 12,7 persen, sedangkan laki-laki mencapai 9,0 persen,” kata dr Soebagijo dalam webinar ‘Bagaimana Menangani dan Mengatasi Diabetes di Indonesia?’, Senin (13/11/2023).

Dokter Soebagijo pun mengungkap faktor mengapa perempuan jauh lebih berisiko terkena diabetes dibandingkan pria. Hal ini lantaran wanita akan mengalami penurunan hormon atau menopause saat mencapai usia 50-an. Hal itu akan membuat wanita bertambah bobot tubuhnya sehingga akan lebih berisiko terkena diabetes.
“Wanita akan mengalami menopause, nah itu menyebabkan berat badan meningkat sehingga jadi berisiko diabetes lebih besar,” katanya.
Meski begitu, risiko diabetes ini pun tetap bisa dicegah dengan mengubah pola hidup yanh sehat termasuk dari segi asupan hingga olahraga. Dokter menganjurkan untuk mulai mengurangi karbohidrat hingga lemak berlebih serta aktif bergerak setiap hari.