RUMAH sakit Indonesia yang dibangun di Gaza, menjadi saksi bisu dari penyerangan yang terus dilakukan Israel, memborbardir warga Palestina secara intens.
Jumlah korban yang ada di rumah sakit Indonesia dikabarkan terus mengalami peningkatan. Bahkan yang awalnya memiliki kapasitas hanya 230 tempat tidur, kini mau tidak mau pelayanan kesehatan harus merawat dan melindungi ribuan orang.
Diketahui setidaknya ada 170 tenaga medis, meliputi dokter, perawat, dan paramedis lainnya yang bertugas di rumah sakit tersebut sejak awal serangan Israel dan pengepungan total terjadi di Gaza sejak Oktober lalu.
Sukarelawan MER-C, Fikri Rofiul Haq, mengatakan saat ini mereka hanya bergantung pada paket makanan siang yang diterima dari rumah sakit Al Shifa dan mereka tidak memiliki makanan lainnya untuk sarapan atau pun makan malam.
(Foto: MER-C)
“Rumah sakit Indonesia telah menjadi gelap, tetapi dokter masih berdedikasi dan memberikan pelayanan medis,” kata Dr. Sarbini Murad selaku Ketua MER-C, dikutip dari Arab News, Minggu (12/11/2023)
Menurutnya dedikasi yang telah tim medis berikan kepada para korban tidak hanya luar biasa, tetapi juga dilakukan sepenuh hati demi menjalani aksi kemanusiaannya tersebut.
Rumah sakit ini telah dibangun dan diresmikan sejak tahun 2016 oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu, rumah sakit dengan empat lantai ini berdiri di sebidang tanah luas 16.200 meter persegi di dekat tempat pengungsian Jabalia di Gaza Utara. Sejak pembukaan rumah sakit, MER-C terus mengirimkan sukarelawan untuk membantu para korban.
Pemerintah Indonesia telah menawarkan bantuan untuk segera mengungsi, tetapi semua memilih untuk tetap tinggal di rumah sakit, sebagai tanda memberikan dukungan darurat. Fasilitas ini dinilai sebagai salah satu rumah sakit terakhir yang tersisa di Gaza saat Israel melanjutkan pemboman hariannya.
“Sebagai seorang dokter, saya tercengang dan patah hati ketika saat bersamaan mengetahui bahwa dokter dan staf rumah sakit Indonesia bertekad untuk tetap membantu orang sampai napas terakhir mereka,” ucap dr. Berlian, Dokter Spesialis Jantung.
Kala itu, militer Israel juga sempat mengklaim bahwa Hamas menggunakan rumah sakit Indonesia sebagai tempat persembunyian pusat komando dan kontrol di bawah tanah, Namun dengan tegas MER-C pun berpendapat itu hanyalah pembohongan yang dilakukannya untuk dapat menyerang rumah sakit Indonesia di Gaza.
Kini MER-C memperkirakan ada sekitar 1000 orang yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit Indonesia akibat cedera dan luka akibat serangan Israel. Bahkan sejak serangan udara terhadap warga sipil sejak 7 Oktober 2023 tang telah menewaskan lebih dari 11 ribu orang di Gaza, yang mana sebagian besar korbannya adalah anak-anak dan para wanita.
Kementerian Kesehatan Gaza juga menilai ada sekitar 195 dokter, paramedis, dan perawat yang telah meninggal dunia akibat peperangan ini.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.