"Wkwkwkwkw frequently visited urutan pertama lagi, berarti sering banget," kata salah satu netizen.
"Ini tim kontennya ga ada yang review-review dulu sebelum diposting?" cuit netizen lain.
"Memang jeli kali mata netijen. Udh kayak detektif conan," sahut yang lainnya.
Berdasarkan penelusuran, iklan tersebut sudah dihapus oleh pihak TransJakarta. Tampaknya TransJakarta tidak ingin terlalu lama jadi bulan-bulanan netizen Indonesia yang terkenal sadis.
(Martin Bagya Kertiyasa)