Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Musim Pancaroba

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Jum'at, 10 November 2023 |17:32 WIB
4 Penyakit yang Perlu Diwaspadai saat Musim Pancaroba
Musim pancaroba. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SAAT memasuki pergantian musim, seperti musim pancaroba maka jangan lengah. Sebab banyak penyakit yang mengintai dan perlu diwaspadai.

Apalagi penyakit mudah masuk saat imunitas turun. Maka wajib meningkatkan imunitas tubuh dengan olahraga dan makan sehat.

Dikutip dari Window of World, berikut sejumlah penyakit yang biasa menyerang manusia saat musim pancaroba,

 kena ISPA

1. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)

ISPA sering menyerang saat masa pancaroba, apalagi orang yang imunitasnya lagi turun. Gejala dari infeksi saluran pernapasan bagian bawah adalah batuk berat dan terkadang disertai dahak dan lendir.

Gejala lain yang mungkin dialami adalah sesak napas, frekuensi pernapasan meningkat, dada terasa sesak, atau suara saat sedang bernapas.

Infeksi saluran pernapasan bagian bawah dapat mencakup bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis. Infeksi saluran pernapasan ini ditularkan melalui droplets atau tetesan air liur yang mengandung virus, saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Kontak tidak langsung melalui permukaan yang telah terkontaminasi virus atau sentuhan tangan orang yang terinfeksi juga berpotensi menularkan penyakit ini.

 BACA JUGA:

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Pada musim pancaroba terutama awal musim hujan kasus DBD meningkat di berbagai daerah. Pada 2014 kasus DBD ditemukan hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini kemungkinan karena virus dengue dapat bertahan hidup di iklim tropis dan berkembang lebih banyak pada musim hujan.

DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue. Gejala DBD antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala parah, nyeri pada bagian belakang mata, nyeri otot dan sendi, lemas, mual, muntah, mudah memar, munculnya bercak pada kulit, hingga pendarahan ringan di sekitar gusi dan hidung. Komplikasi dari DBD yaitu pendarahan hebat, syok, dan kematian.

 

3. Chikungunya

Chikungunya mirip dengan demam berdarah. Demam tinggi dan nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, mual, ruam, dan kelelahan menjadi gejala dari penyakit ini. Umumnya, gejala ini akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Pada orang lanjut usia (Lansia) yang memiliki riwayat penyakit lain (Komorbid) atau bayi baru lahir, penyakit ini memiliki gejala yang lebih parah.

Meski jarang mengakibatkan kematian, gejala yang parah bisa menyebabkan kelumpuhan. Dokter biasanya memberikan obat-obatan yang dapat membantu meredakan demam dan nyeri sendi. Cukup istirahat dan banyak mengonsumsi air putih dapat mencegah penyakit ini.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement