Sementara itu, Rektor Unitomo Dr Siti Marwiyah mengatakan, kurikulum Sepada ini akan berisi tentang kepariwisataan yang akan banyak pada pengajaran luar ruangan. Materinya cukup beragama.
Mulai dari sisi pemasaran hingga digitalisasi. Di Sepada ini, Unitomo menggandeng praktisi wisata dan juga dosen.
“Kami sudah bekerjasama dengan sejumlah pelaku usaha pariwisata di Jatim,” katanya.
BACA JUGA:
Dia menambahkan, sasaran dari Sepada ini adalah pegiat pariwisata yang ada di desa wisata. Saat ini sudah ada 213 pegiat pariwisata yang sudah mendaftar dari seluruh Indonesia. Ada yang dari Sumatera dan juga Kalimantan. Pengajarannya dilakukan secara hybrid. “Kami nanti juga aka nada ekspedisi desa wisata,” imbuhnya.
(Salman Mardira)