Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Angela Tanoesoedibjo Ungkap Tantangan dan Kunci Kemajuan Desa Wisata

Lukman Hakim , Jurnalis-Kamis, 09 November 2023 |21:31 WIB
Angela Tanoesoedibjo Ungkap Tantangan dan Kunci Kemajuan Desa Wisata
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo di Universitas Dr. Soetomo Surabaya. (MPI/Lukman Hakim)
A
A
A

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyebut, ada sejumlah tantangan yang dihadapi desa wisata. Salah satunya terkait dengan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Angela usai menghadiri acara seminar nasional ‘Membangun Desa Wisata Mendunia’ dan Launching Sekolah Pariwisata Desa (Sepada) di kampus Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya, Kamis (9/11/2023).

“Tantangan desa wisata itu ada di skilling up-nya dan kuncinya adalah SDM. Dengan adanya akses kepada pendidikan, pasti pelaku desa wisata terbuka pikirannya dan diaplikasikan di desa wisata masing masing,” katanya.

 BACA JUGA:

Angela mengatakan, Sepada di Unitomo ini merupakan yang pertama di Indonesia. Sepada diharapkan mampu mendorong industri pariwisata Indonesia lebih maju lagi. Saat ini, ada sebanyak 4.700 Desa Wisata yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Jumlah tersebut setiap hari terus bertambah. “Dan Unitomo sangat sigap melihat peluang. Dengan Sepada, sumber daya manusia (SDM) desa wisata akan terus meningkat,” katanya.

 Ilustrasi

Sementara itu, Rektor Unitomo Dr Siti Marwiyah mengatakan, kurikulum Sepada ini akan berisi tentang kepariwisataan yang akan banyak pada pengajaran luar ruangan. Materinya cukup beragama.

Mulai dari sisi pemasaran hingga digitalisasi. Di Sepada ini, Unitomo menggandeng praktisi wisata dan juga dosen.

“Kami sudah bekerjasama dengan sejumlah pelaku usaha pariwisata di Jatim,” katanya.

 BACA JUGA:

Dia menambahkan, sasaran dari Sepada ini adalah pegiat pariwisata yang ada di desa wisata. Saat ini sudah ada 213 pegiat pariwisata yang sudah mendaftar dari seluruh Indonesia. Ada yang dari Sumatera dan juga Kalimantan. Pengajarannya dilakukan secara hybrid. “Kami nanti juga aka nada ekspedisi desa wisata,” imbuhnya.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement