SAAT ini Palestine Red Crescent memperingatkan cadangan bahan bakar di Rumah Sakit Al-Quds akan habis dalam 48 jam. Hal ini membuat layanan medis di seluruh Gaza berada di ambang kolaps.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menjelaskan, penyeberangan Rafah dengan Mesir saja tidak akan memberikan cukup bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Guterres mendesak gencatan senjata antara Hamas dan Israel harus segera dilakukan. Ini untuk mengakhiri penderitaan warga Gaza yang sudah banyak mati terbunuh.

"Kini Gaza menjadi kuburan bagi anak-anak. Oleh karena itu perlu segera dilakukan gencatan senjata. Bantuan kemanusiaan sangat dibutuhkan ke wilayah-wilayah Palestina," ujar Guterres dikutip dari Al Jazeera.
BACA JUGA:
Tidak hanya di Rumah Sakit Al-Quds, Rumah Sakit Indonesia di Gaza pun sudah berada di ambang kolaps. Generator utama di Rumah Sakit Indonesia di Gaza tidak beroperasi setelah kehabisan pasokan bahan bakar, demikian diumumkan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.
Potensi berhentinya generator utama ini telah diperingatkan sejak beberapa hari sebelumnya karena Israel telah menyetop semua pasokan bahan bakar ke Gaza.
BACA JUGA:
Kini rumah sakit kini terpaksa menggunakan generator cadangan, yang berarti stasiun oksigen rumah sakit, serta ventilasi dan AC, terhenti. Kulkas yang digunakan untuk menjaga kondisi jenazah-jenazah agar tetap dingin juga tidak berfungsi.