Tim medis dan otopsi pun segera melakukan pemeriksaan terhadap pria yang tidak diketahui namanya tersebut, dan menemukan kalau pria itu mengalami nekrosis hati sentrililobular sedang, hal itu juga yang mengakibatkan hatinya mati tidak bekerja.
Sedangkan pada saus dan sisa pasta yang ia makan dikirim ke Laboratorium Referensi Nasional untuk Wabah Food-borne sebagai evaluasi, dan menemukan bahwa sebagian besar bakteri yang ditemukan adalah Bacillus cereus, yang mana pada kasus ini bakteri kemungkinan hanya menimbulkan infeksi.
Menurut laman Cleveland Clinic bakteri Bacillus cereus adalah bakteri organisme mikroskopis yang dapat menyebabkan racun berbahaya. Pada kebanyakan kasus bakteri ini dapat terjadi di makanan sehingga dapat menjadi masalah kesehatan serius. Seseorang yang terkena keracunan makanan biasanya dapat sembuh dalam waktu 24 jam, akan tetapi hal itu juga berisiko lebih tinggi karena kemungkinan Anda akan mengalami komplikasi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.