Sang istri juga memastikan bahwa ia masih bisa membesarkan dan menghidupi sang anak seorang diri kelak. Pasalnya, di kehamilan pertama, ia juga sempat berjuang sendirian sebelum akhirnya keguguran.
“Saya mampu menghidupi dan mengajarkan anak ini dengan baik, toh hamil kemarin pun orangtua aku yang biayaain kan?,” tegasnya.
“Silahkan pergi dan semoga calon anakku LAKI-LAKI,” lanjutnya.
Hingga pada suatu momen, pasca 5 bulan berpisah dari sang suami, ia lantas membuat acara syukuran atas kehamilannya. Sumbangan dari warga lantas berdatangan. Ia lalu melihat sebuah amplop yang inisialnya tampak mencurigakan.

Dan benar saja, saat dibuka, terdapat sepucuk surat dari sang mantan suami yang berniat memberinya uang Rp100 ribu untuk menafkahi sang anak. Namun, karena rasa sakit hati yang belum sembuh, perempuan tersebut lantas menolak uang tersebut.
“Aku tidak butuh uangmu. Anak yang dikandunganku membutuhkan hadirmu. Kenapa kamu bersikeras ingin bercerai dariku,” ungkap si perempuan.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.