KADAR gula bagi lansia memang perlu diperhatikan lebih detail, karena di usia mereka yang tak lagi muda cukup kesulitan untuk memantaunya. Apalagi jika tidak rutin dicek akan terjadi rendahnya kadar gula.
Gula darah rendah (hipoglikemia) dapat menyebabkan pingsan, masalah memori, dan kematian. Sementara gula darah tinggi (hiperglikemia) dapat menyebabkan masalah ginjal, mata, saraf, dan jantung dari waktu ke waktu.

Dilansir dari laman Home Care Assistance, bagi lansia dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat yang seimbang, karena akan berpengaruh terhadap naik turunnya kadar gula darah. Tubuh akan melepaskan insulin dari pankreas sebagai respons terhadap karbohidrat ini, yang memungkinkan sel menggunakan karbohidrat untuk energi.
BACA JUGA:
Lansia dengan hipoglikemia mungkin telah melepaskan terlalu banyak insulin atau terlalu lama tidak makan. Ketika tubuh tidak memiliki cukup energi untuk berfungsi, maka tubuh akan mati dengan cepat. Kadar gula darah di bawah 70 mg/dL dianggap sebagai kadar hipoglikemik.
Maka kadar gula darah yang normal bagi lansia yaitu antara 70 dan 130 mg/dL sebelum makan. Di sini perawat harus memerhatikan juga, asupan makan dan jumlah karbohidrat yang akan dikonsumsi.
BACA JUGA:
Lansia dengan hipoglikemia atau hiperglikemia perlu terus memantau kadar gula darahnya, dengan memantaunya menggunakan alat medis yang bisa dipakai di rumah sebagai perawatan.