Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

11 Gejala Tubuh Kurang Protein, Apa Saja?

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 26 Oktober 2023 |18:10 WIB
11 Gejala Tubuh Kurang Protein, Apa Saja?
Daging sumber protein. (Foto: Chicago steak)
A
A
A

KURANG protein pada tubuh bisa terjadi karena sindrom malabsorpsi, yaitu seseorang yang tidak bisa mencerna dan menyerap protein dengan baik.

Malabsorpsi terjadi ketika tubuh kekurangan enzim pencernaan seperti pepsin dan kekurangan asam klorida (HCL) di lambung, yang diperlukan untuk pencernaan protein. Usia atau pola makan buruk yang banyak mengonsumsi makanan olahan adalah penyebab umum.

Ahli gizi terdaftar dan instruktur koki di Institute of Culinary Education Susan Greeley, seperti disiarkan laman Well and Good, menjelaskan 11 gejala kekurangan protein, apa saja?

 luka

1. Penyembuhan luka yang lama

Jika memiliki luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh, hal itu mungkin disebabkan oleh kekurangan protein yang menyebabkan pembentukan kolagen terganggu, dan luka juga bisa bertambah parah.

 BACA JUGA:

2. Daya tahan tubuh lemah dan sering infeksi

Asupan protein yang rendah juga dapat mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Mekanismenya berkaitan dengan peran asam amino dalam membentuk antibodi, alias protein, dan mengatur respons imun, kata Greeley.

3. Kehilangan masa otot

"Ini biasanya berkaitan dengan usia, tapi, bisa terjadi pada semua usia karena kekurangan gizi, gangguan makan, penyakit, dan sebagainya," kata Greeley.

Oleh karena itu, menjaga asupan protein seiring bertambahnya usia sangatlah penting. Beberapa cara mudah untuk tetap menjaga asupan protein adalah makan makanan berprotein tinggi seperti selai kacang berprotein tinggi , smoothie dengan beberapa bubuk protein atau membuat salad pasta berprotein tinggi dalam jumlah besar untuk dinikmati sepanjang minggu.

 

4. Kekuatan tulang melemah

Hal itu dapat menyebabkan lebih banyak patah tulang, terutama pada orang lanjut usia. Pembentukan, dan perbaikan kolagen pada berbagai tahap kehidupan terganggu oleh kekurangan protein, begitu pula massa otot, dan keduanya bekerja sama.

5. Rambut rontok

Asupan protein yang rendah juga dapat berdampak pada kerontokan rambut. Hal itu mungkin terkait dengan status zat besi, yang merupakan defisiensi mikronutrien umum akibat kurangnya makanan berprotein dalam makanan terutama daging dan kacang.

 

6. Kuku rapuh dan kulit kering

Mirip dengan rambut, kuku dan kulit juga dapat terkena dampak buruk dari rendahnya kadar protein, tidak jarang juga terjadi pada lansia dan kekurangan protein parah.

 

7. Rasa lapar meningkat

Greeley mengatakan saat tidak mengonsumsi cukup protein, wajar jika kita merasa mengidam karena tubuh memicu nafsu makan untuk mendapatkan apa yang dibutuhkannya.

 BACA JUGA:

8. Kelelahan dan kelemahan

Ketika seseorang mengalami pembatasan protein dan kalori, kelemahan dan kelelahan sering kali merupakan tanda pertamanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement