VIRAL seorang bayi di Sumatra Barat berusia lima bulan mengalami pembesaran pada bagian perutnya seperti orang hamil. Saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter, dikabarkan pada perut bayi laki-laki tersebut mengandung seorang janin.
Saat pemeriksaan bayi diduga mengalami Fetus in Fetu. Sontak saja hal itu mengejutkan publik, bagaimana mungkin seorang bayi bisa mengandung seorang janin.

Pasca-dilakukan pemeriksaan, perut bayi tersebut memang mengalami pembengkakan pada bagian perut sejak berusia satu bulan. Bayi tersebut juga diketahui telah melakukan pemeriksaan rutin dan dirujuk RSUP Djamil Padang.
BACA JUGA:
Dari hasil pemeriksaan lanjutan, tim medis menyebut bayi itu tidak hamil namun kemungkinan mengidap tumor teratoma. Tumor ini bisa berbahaya bagi sang bayi dan harus dioperasi.
Lalu apa tumor teratoma?
Tumor Teratoma merupakan salah satu jenis tumor langka yang di dalamnya terdapat jaringan dan organ yang meliputi gigi, tulang, rambut dan otot. Tumor teratoma paling umum ditemukan di tulang ekor, ovarium, dan testis, tetapi dapat terjadi di organ tubuh lain.
Dikutip dari Wikipedia, Teratoma adalah jenis tumor germinal yang merupakan campuran sel matang maupun belum matang sempurna. Teratoma biasanya terjadi pada ovarium wanita, testis pada pria, dan tulang ekor pada anak-anak. Teratoma juga pernah ditemukan pada sistem saraf pusat (otak atau sumsum tulang belakang), dada, atau perut. Teratoma mungkin bisa berupa tumor jinak (bukan kanker) atau dalam kondisi buruk bisa menjadi ganas (kanker).
BACA JUGA:
Kata teratoma sendiri berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti monster. Kata tersebut pertama kali digunakan oleh Virchow pada tahun 1869 untuk Teratoma Sacrococcygeal (SCT). Teratoma tersusun atas beberapa jaringan asing yang tumbuh dalam tubuh individu. Teratoma dideskripsikan memiliki tiga lapis embrio yaitu endodermis, mesodermis, dan ektodermis. Namun, definisi terbaru menyebutkan teratoma monodermis.
Apa gejala tumor teratoma?
Gejala teratoma tergantung pada tempat dan ukuran tumor yang berkembang. Gejala paling umum yaitu pembengkakan, massa atau benjolan yang dapat dirasakan atau dilihat, sembelit, kelemahan kaki, sakit perut, dan kesulitan bernapas. Pada anak-anak juga terjadi peningkatan kadar alpha-fetoprotein (AFP), peningkatan kadar beta-human chorionic gonadotropin (B-HCG).
Teratoma yang tumbuh di luar maupun di dalam daerah tulang ekor bisa ditandai dengan kesakitan saat buang air kecil, sakit perut, pembengkakan di sekitar kemaluan, dan kaki yang terasa sakit.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.