MIOPI atau lebih dikenal dengan rabun jauh merupakan gangguan mata yang ditandai dengan hilangnya kemampuan untuk melihat benda dalam jarak tertentu. Hal itu karena bayangan optik jatuh tidak fokus pada retina, sehingga membuat optik menjadi kabur.
Rabun jauh sendiri tidak hanya terjadi pada orang dewasa tapi juga anak-anak. Hal ini tentu saja sangat menganggu aktivitas mereka. Apalagi saat di sekolah mereka jadi kesulitan menyerap materi yang diajarkan guru.
Kepala Puskesmas Keluarahan Kebon Sirih, drg Nani Khairany mengatakan untuk mencegah bayi dan anak-anak mengalami rabun jauh, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan program bulan vitamin A. Program ini biasanya berlangsung pada Februari dan Agustus, tapi tahun ini jatuh pada Oktober.
“Program ini sebenarnya untuk mencegah agar tidak ada anak-anak yang mengalami rabun jauh, kebutaan dan rabun ayam,” ujar drg Nani saat ditemui dalam acara TJSL PT Pertamina Training and Consulting, baru-baru ini.

Vitamin A merupakan asupan tambahan yang bagus untuk bayi dan anak-anak. Hal itu bertujuan untuk menghindari berbagai macam penyakit yang bisa menyerang kapanpun.
“Vitamin A ini sebenarnya mencegah supaya nggak ada rabun jauh pada anak-anak dan dapat menyehatkan mata,” ujar drg. Nani Khairany.
Lantas kapan waktu terbaik memberikan vitamin A pada bayi dan anak-anak?
Dokter Nani mengatakan vitamin A bisa diberikan sejak bayi.
“Jadi vitamin A sebenarnya kebutuhan tubuh manusia bukan seperti vaksin yang dibatasi umur,” katanya.
Vitamin A sendiri bisa didapatkan di beberapa fasilitas kesehatan salah satunya posyandu. Nantinya di posyandu anak-anak tidak hanya mendapat asupan vitamin A saja tapi ada juga pemantauan tumbuh kembang anak. Hal itu penting untuk menurunkan prevelensi masalah gizi atau stunting.
“Di posyandu juga ada penimbangan, pengukuran tinggi badan itu kita dapatnya dari posyandu. Kadang-kadang posyandu ada penyuluhan, sampai program suplementasi seperti ini," tuturnya.
(Leonardus Selwyn)