Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Dhun Adhun, Kuliner Legendaris Khas Sampang Daerah Asal Mahfud MD

Royandi Hutasoit , Jurnalis-Kamis, 19 Oktober 2023 |11:36 WIB
Mengenal Dhun Adhun, Kuliner Legendaris Khas Sampang Daerah Asal Mahfud MD
Dhun Adhun, kuliner khas Sampang, Madura (Foto: Pemkab Sampang)
A
A
A

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD resmi ditetapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) dari Ganjar Pranowo.

Hal itu diumumkan langsung oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu pagi kemarin.

Mahfud MD diketahui berasal dari Madura. Memiliki nama lengkap Mohammad Mahfud Mahmodin, Ia lahir pada 13 Mei 1957 di Sampang, Madura. Pulau yang dikenal sebagai penghasil garam itu memiliki makanan khas asal daerahnya, Sampang, Madura.

Rasanya kurang pas jika pergi ke Sampang, Madura dan tidak mencicipi masakan lezat khas Sampang. Selain aromanya harum, masakan ini juga enak sekali.

Dhun Adhun adalah hidangan khas Sampang Madura yang tak lekang oleh waktu. Hidangan ini berisi lontong atau ketupat dan ditambah dengan ayam, namun bisa juga diganti dengan daging lainnya.

Sedangkan kuahnya terbuat dari santan yang dicampur bumbu. Rempah-rempah seperti lengkuas, ketumbar, merica, bawang merah dan bawang putih, lalu taburi tepung maizena yang ditumbuk halus.

Dhun Adhun merupakan salah satu kuliner khas Sampang karena makanan serupa tidak ada di daerah lain. Meski sudah banyak bermunculan kuliner modern, Dhun Adhun tetap mendapat tempat dan hati masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Dhun Adhun

(Foto: Cookpad)

Konon kuliner ini sudah menjadi tren dan bahkan masyarakat Sampang pun tidak bisa sarapan tanpa Dhun Adhun. Seiring berjalannya waktu dan munculnya kuliner modern, Dhun Adhun nyaris terlupakan.

Namun Dhun Adhun masih membekas di hati masyarakat, terbukti permintaan masyarakat terhadap Dhun Adhun cukup tinggi dan masih banyak penjual Dhun Adhun yang merasa penjualannya laris manis.

Beberapa pedagang yang fokus menjual Dhun Adhun dan memiliki pelanggan tetap bisa ditemukan di Jalan Permata, Terate, Hasyim As'ari, Wachid Hasyim serta Pasar Tradisional Rongtengah dan Pasar Srimangunan.

Imah (60) penjual Dhun Adhun di Jalan Terate merupakan salah satu pedagang yang selain memiliki banyak pelanggan juga banyak dicari oleh masyarakat Sampang. Setiap sehabis salat subuh, Imah dibantu saudara dan keluarganya untuk membuka toko, sekitar pukul 06.00 WIB barang dagangannya sudah habis terjual.

Menurut Imah, pelanggan dan masyarakat membeli Dhun Adhun tidak hanya untuk sarapan, tapi juga untuk memberi makan balitanya.

Sementara Kustantinah (48) warga Kelurahan Rongtengah mengaku sudah lama menjadi pelanggan Imah. Setiap pagi ia rutin membeli 5 bungkus Dhun Adhun untuk sarapan keluarga.

“Rasa dan racikan Dhun Adhun dari Imah sangat pas dengan selera, sehari saja tidak makan Dhun Adhun rasanya kangen banget,” ujar Kustantinah beberapa waktu lalu.

Infografis Kuliner Legendaris Jakarta

Di Kabupaten Sampang, penjual Dhun Adhun mempunyai komposisi bahan yang berbeda-beda, ada yang menggunakan labu kuning atau pepaya muda dan ada pula yang tidak menggunakan sayuran.

Apalagi setelah lebaran, Dhun Adhun banyak dicari oleh masyarakat, terutama perantau yang sudah merasakan nikmatnya Dhun Adhun.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement