Menurut beberapa sumber, nama bika sendiri konon terilhami dari kue khas Melayu yaitu bika atau bingka yang dimodifikasi dengan tambahan pengembang dari bahan Nira atau tuak Enau. Tambahan ini yang menjadi pembeda antara kue bika ini dengan bika khas Melayu.

Bika ambon
Seperti disebutkan di atas, nama kue tradisional ini berbeda dengan dengan daerah asalnya. Ini justru menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.
Menurut buku 'Bunga Angin Portugis di Nusantara, Jejak-jejak Kebudayaan Portugis di Nusantara' (2008) karya Paramita R Abdurrahman, disebutkan bahwa salah satu peninggalan Portugis di Maluku adalah kuliner. Di antara beragam jenis kuliner yang diperkenalkan kepada penduduk setempat, satu di antaranya adalah bika.