PAK Karmin, yang saat ini berusia 68 tahun, telah menjalankan usaha jualan nasi goreng babat gongso di kawasan Mberok, Kota Lama, Semarang selama hampir lima dekade. Nasi goreng babat gongso ini telah menjadi salah satu makanan legendaris dan terkenal karena kenikmatannya yang masih terjaga sepanjang waktu.
Pak Karmin memulai usahanya ketika berusia 22 tahun, awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan istri dan anaknya yang berusia tiga bulan. Resep nasi goreng babat gongso yang dia gunakan turun-temurun dari eyangnya. Usahanya dimulai pada 1971, ketika keperluan hidup mendorongnya untuk memulai berjualan.
Awalnya, Karmin berjualan dengan tenda sederhana di dekat Jembatan Mberok dan memiliki sedikit pelanggan. Dalam kurun waktu 10 tahun, dia hanya menjual makanan kepada 3-4 orang per jam rata-rata.
Meskipun pendapatannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, Pak Karmin tidak menyerah. Dia terus berkomunikasi dengan pelanggannya untuk mengembangkan rasa hidangannya dan mulai berinovasi dengan babat gongso.

Nasi goreng babat dari warung Pak Karmin ini selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan, karena rasanya yang sangat istimewa dan mempertahankan resep turun-temurun yang khas. Itulah sebabnya Nasi Goreng Babat Pak Karmin menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dikunjungi saat Anda berada di Semarang.
Calon Presiden Ganjar Pranowo Ganjar Pranowo sendiri pernah mengunjungi warung Nasi Goreng Babat Pak Karmin. Dalam video pribadi yang diunggahnya di YouTube, Ganjar tak ragu untuk menikmati kuliner di pinggir jalan.
Nasi goreng babat dan babat gongso disajikan dengan cara sederhana tetapi memiliki cita rasa yang pedas manis yang menggugah selera. Daging babat yang empuk dan renyah yang menyatu dengan bumbu yang kental menjadi ciri khas hidangan ini.
Untuk mereka yang tidak suka dengan jeroan, Pak Karmin juga menyediakan pilihan telur dan daging ayam gongso. Harga hidangan tetap terjangkau, dengan nasi goreng babat gongso dihargai sekitar Rp25 ribu, nasi babat gongso seharga Rp25 ribu, dan nasi telur seharga Rp10 ribu.
Tujuan Pak Karmin adalah membuat pelanggan tetap datang kembali dan semakin banyak. Setelah bertahun-tahun berjualan, warung makan Pak Karmin tetap sederhana, dan jika sedang ramai, pelanggan mungkin perlu antre dan makan di pinggir jalan atau Jembatan Mberok. Dalam sehari, warung ini bisa menjual hingga 600 piring dan telah membuka cabang di Jalan MH Thamrin, Semarang.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.