FAKTA menyebut bahwa sebagian besar pasien kanker meninggal dunia bukan karena kanker yang menggerogoti tubuhnya. Kondisi ini membuktikan bahwa kanker adalah penyakit sistemik yang kompleks.
Ahli Kanker Prof Arry Harryanto Reksodiputro menjelaskan bahwa pasien kanker itu meninggal bukan karena kankernya, tapi penyakit lain yang diderita.
"Pasien kanker itu meninggal lebih sering akibat penyakit kardiovaskular yang dialami, bisa serangan jantung atau stroke," kata Prof Arry saat ditemui di konferensi pers ROICAM di kawasan Jakarta Pusat, belum lama ini.

Pada beberapa kasus kanker, pasien bisa memiliki masalah stroke bisa karena kankernya itu sendiri. Jadi, bukan kankernya muncul di otak.
"Tapi, akibat kanker yang diderita, darah si pasien kanker jadi cepat membeku dan itu yang kemudian membuat pasien kanker mengalami stroke," kata Prof Arry.
Secara data statistik, 70 persen pasien kanker itu meninggal akibat penyakit di luar kankernya.
"Nah, 30 persen baru akibat kankernya," tuturnya.
Perlu diketahui bahwa kanker adalah penyakit kompleks yang merupakan interaksi antara genetik, lingkungan, dan menyebabkan disfungsi dari berbagai sistem organ.
Kanker juga penyakit sistemik, sehingga terapinya bersifat sistemik, contohnya kemoterapi. Oleh karena itu, kata Prof Arry, penting bagi seorang dokter untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang penyakit sistemik untuk dapat mendiagnosis dan menatalaksana kanker dengan tepat.
(Leonardus Selwyn)