Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Benar Orang Introvert Lebih Rentan Depresi? Ini Kata Dokter Jiwa

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Jum'at, 13 Oktober 2023 |18:42 WIB
Apa Benar Orang Introvert Lebih Rentan Depresi? Ini Kata Dokter Jiwa
Orang introvert rentan depresi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

PRAKTISI Kesehatan Spesialis Kedokteran Jiwa dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) I.G.N.G Ngoerah, Denpasar, dr Ida Aju Kusuma Wardani menjelaskan, seorang yang berkepribadian introvert atau tertutup cenderung lebih rentan terhadap depresi, dibandingkan dengan orang yang ekstrovert.

"Karena seorang introvert kurang dapat bersosialisasi untuk mencari second opinion dari orang lain terhadap dirinya," kata Ida Aju Kusuma Wardani.

 orang introvert

Ia mengatakan, seorang introvert biasanya berpikiran bahwa lingkungan yang harus menerima dirinya apa adanya, bukan dirinya yang harus beradaptasi dengan lingkungan dimana dia tinggal.

BACA JUGA:

Warning, Bocah 12 Tahun Koma Gara-Gara Ngevape 

Oleh sebab itu, kata dia, seorang introvert cenderung lebih memendam masalahnya secara pribadi dan tidak melepaskan beban dalam pikiran melalui interaksi sosial dengan orang lain.

"Seorang introvert umumnya menganggap bahwa orang harus menolong dirinya. Kalau dia gak ngomong gimana? Kalau dia minta ke orang lain, pasti akan ditolong meskipun harus mencari bantuan orang lain lagi," ujarnya.

Meski demikian, menurutnya, kepribadian introvert bukanlah merupakan sebuah kesalahan, melainkan keunikan masing-masing individu. Namun, hal tersebut perlu disadari setiap orang, terutama orang tua yang merawatnya sejak kecil.

Untuk mencegah depresi di kemudian hari pada anak yang berkepribadian introvert, kata dia, para orang tua harus lebih peka terhadap kepribadian anaknya, karena anak belum memahami hal tersebut.

"Ibu dan bapak kalau punya anak introvert ajak diskusi. Misalnya selama satu jam di depan televisi, tanya mau menonton apa. Harus aktif, sehingga terjadi kedekatan antara orang tua dan anak dan nyaman kalau nanti terjadi apa-apa untuk cerita dengan ibu dan bapak," tuturnya.

Dikutip dari Antara, kemudian ia mengimbau kepada orang tua agar tidak memaksakan kehendak kepada anak, karena tidak semua anak bisa mengikuti kemauan orang tua dan tidak semua anak akan berbicara jika tidak suka.

Selain itu dia juga mengimbau agar setiap orang mewaspadai dan merangkul kerabat atau famili yang diketahuinya sebagai introvert, mencoba berkomunikasi dengannya, serta membawanya untuk berkonsultasi kepada tenaga ahli jika terdapat masalah yang tidak bisa diungkapkan.

"Tidak harus ke spesialis kejiwaan/psikiater. Carilah solusi mana yang paling bisa didapatkan, bisa psikolog atau kalau adanya dokter umum juga boleh. Yang penting ada bantuan tenaga medis agar tidak terpuruk, karena sosialisasi dapat menciptakan harapan melalui tindakan," tuturnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement