CUACA panas ekstrem bisa berbahaya pada semua orang terutama kelompok lanjut usia (lansia). Pasalnya lansia merupakan usia rentan yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit.
Dokter sekaligus Epidemiolog dan Peneliti Indonesia dari Universitas Griffith Australia, dr Dicky Budiman mengatakan, dampak cuaca panas pada lansia adalah mereka bisa mengalami heat stress.

“Karena lansia cenderung mengalami penurunan thermoregulatory capacity yang membuat kemampuan mereka sudah tidak seperti orang muda dalam merespons suhu panas yang menyebabkan bisa mengalami heat stres,” ujar dr Dicky kepada MNC Portal.
Cuaca panas terik juga berdampak pada saluran pernapasan karena dengan suhu panas tinggi dan perburukan suhu udara menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
“PPOK yang cenderung memburuk dan meningkatkan risiko kambuh dan ini yang bisa dialami oleh lansia,” jelasnya.