SPA baby swim tengah digandrungi kalangan masyarakat. Para bayi bisa berenang di kolam khusus dengan pelampung di leher mereka. Sekadar informasi, tren spa baby swim ini sudah cukup menyebar di Indonesia.
Namun, siapa sangka kegiatan tersebut ternyata memiliki risiko yang tinggi. Hal itu diungkap Dokter Anak, dr. Kurniawan Satria Denta, Sp.A di akun X-nya, @sdenta. Mulanya, dia menjawab pertanyaan seorang netizen soal keamanan spa baby swim ini.
“Dok Den mau tanya, spa baby swim kayak gini aman ga sih?,” tulis akun X, @mia********.
“Nggak aman,” tulis dr. Denta.

Dia pun menjelaskan alasan mengapa spa baby swim dianggap tak aman dan cukup berisiko. Sebagai informasi, bayi akan dipakaikan pelampung di bagian leher saat melakukan spa baby swim ini. Namun, hal itu berbahaya dan bisa berisiko membuat bayi mengalami cedera pada leher.
“Pelampung di leher bayi membuat bayi rentan cedera leher, kepala, tulang belakang. Selain itu bayi juga rentan tenggelam. Sudah pernah kejadian. Jadi daripada risiko kenapa-kenapa, mending gak usah sama sekali nyerempet-nyerempet bahaya,” tulis dr. Denta.
Pada kesempatan yang sama, dr. Denta mengatakan tak masalah bila balita diajak main air di kolam. Asalkan, bayi tersebut sudah menginjak usia di atas enam bulan dan dibawah pengawasan orangtua.
“Kalo cuman buat maen air celap celup bareng orang tua atau pengasuh sih relatif aman, itu juga sebaiknya menurut saya setelah 6 bulan,” ucapnya.
Lebih lanjut, kegiatan spa baby swim ini juga tak bisa dikatakan untuk membuat anak bisa cepat berenang. Idealnya, anak baru boleh diajarkan berenang bila sudah menginjak usia lewat dari satu tahun.
“Yang jelas kalo buat biar bisa renang, gak ada gunanya. Anak bisa mulai diajarin teknik renang yang bener itu baru setelah usia setahun,” kata dr. Denta.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.