MENGENAL kudis bukanlah infeksi penyakit, melainkan serangan kutu. Tungau kecil yang disebut Sarcoptes scabiei masuk ke dalam kulit dan bertelur. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami gatal tanpa henti dan ruam yang parah.
Dilansir dari halaman resmi WebMD pada Selasa (3/10/2023). Berikut ulasan penyakit kudis, kutu atau tungau kecil yang menyebabkan kulit gatal-gatal.
Gejala Kudis
Ketika seseorang penuh dengan kudis untuk pertama kalinya, dibutuhkan empat hingga enam minggu bagi kulit untuk bereaksi. Gejala yang paling umum adalah:
1. Rasa gatal yang hebat, terutama di malam hari
2. Ruam seperti jerawat
3. Sisik atau lecet
4. Luka yang disebabkan oleh goresan
Ketika seseorang didiagnosis menderita kudis, siapa pun yang melakukan kontak fisik dekat dengan orang tersebut juga harus diobati. Kontak dekat termasuk mandi bersama, tidur di ranjang yang sama, atau bahkan berpegangan tangan. Dokter biasanya merekomendasikan merawat semua anggota rumah tangga, bahkan jika gejala tidak ada.
Penyebab Kudis
Kudis atau skabies ini biasanya menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit yang berkepanjangan yang memberikan tungau waktu untuk menular dari satu orang ke orang lain. Penyebab bisa terjadinya kudis seperti tempat tidur atau handuk.
Faktor risiko terkena kudis
Siapa pun bisa terkena kudis, tetapi mereka yang berisiko lebih tinggi termasuk:
1. Orang dewasa yang aktif secara seksual
2. Narapidana penjara
3. Orang-orang dalam perawatan institusional
4. Orang yang hidup dalam kondisi ramai
5. Orang-orang di fasilitas penitipan anak
Pencegahan Kudis
Cara mencegah kudis dan penularannya, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
1. Cuci semua pakaian dan kain yang telah digunakan
2. Gunakan air yang hangat dan sabun untuk mencuci semua pakaian, handuk, dan seprai yang telah digunakan.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.