BANYAK tempat wisata di Indonesia seketika ramai setelah viral di media sosial. Namun, tak sedikit yang justru mengalami kerusakan akibat ulah pengunjung yang sembrono.
Contohnya savana Watangan di Gunung Bromo, Jawa Timur yang keindahannya sempat viral lalu dinamakan dengan Bukit Teletubbies.
Seketika itu jadi objek wisata favorit. Pengunjung pun ramai datang dan terkadang bertindak sembrono.
Pada 6 September 2023, dua calon pengantin yang melakukan sesi foto prewedding di Bukit Teletubbies Bromo menyalakan flare. Tapi, ulah keduanya justru membuat lebih 500 hektare lahan di kawasan itu terbakar.
BACA JUGA:
Ya, wisatawan biasanya sangat suka datang ke lokasi wisata yang tengah viral. Sesampainya di tempat, tak sedikit yang berswafoto, bahkan ada yang sembarangan membuang sampah. Sehingga lingkungan menjadi kotor, dan mencemari sekitarnya.
Berikut beberapa tempat wisata yang sempat viral lalu rusak oleh ulah pengunjung nakal.
1. Gili Lawa, NTT
Gili Lawa di sebelah utara Pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) keindahannya sempat viral di media sosial, membuat banyak orang kepincut ke sana.
Pada 2018, Gili Lawa pernah terbakar hebat akibat ulah pengunjung membuang puntung rokok sembarangan.

Gili Lawa
Kebakaran terjadi selama 9 jam, menghanguskan 10 hektare lahan rerumputan dan berbagai tanaman.
BACA JUGA:
Padahal sebelum terbakar, kawasan itu sangat indah dengan savana bak permadani. Tapi, setelah terbakar pemandangannya sangat menyedihkan. Taman jadi rusak, bunga-bunga banyak yang mati karena terinjak-injak.
Tadinya taman ini indah menyerupai taman bunga Keukenhof di Belanda. Namun dalam waktu singkat malah rusak. Hal ini juga sangat disayangkan dikecam oleh berbagai pihak.
2. Ranu Manduro, Mojokerto
Ranu Mandoro di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokero, Jawa Timur sempat digadang-gadang sebagai destinasi wisata alam baru yang menjanjikan.

Ranu Mandoro
Ranu Mandoro merupakan area bekas tambang yang kemudian dijadikan tempat wisata. Setelah viral di media sosial dan viewnya disebut mirip New Zealand, seketika tempat itu ramai pengunjung.
BACA JUGA:
Akhirnya pada Februari 2020, Ranu Manduro resmi ditutup karena kehadiran banyak wisatawan telah menimbulkan masalah baru yang serius seperti kemacetan, tumpukan sampah, dan kerusakan lingkungan.