BELUM lama ini muncul ubur-ubur beracun jenis Blue Bottle di kawasan Pantai Sanur, Bali. Hal itu lantas jadi perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar. Salah satunya mengambil tindakan bersih-bersih pantai dengan menghilangkan ubur-ubur Blue Bottle tersebut.
Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa menjelaskan, kehadiran ubur-ubur Blue Bottle ini sebenarnya fenomena tahunan. Ubur-ubur ini biasanya berada di laut dalam dibawa angin menuju tepi pantai karena hembusan angin kencang.
"Ini merupakan fenomena alam, di mana dengan angin kencang ubur-ubur jenis ini dibawa ke tepi pantai. Kami bersama nelayan dan semua pihak sudah berkoordinasi, agar nanti jika ditemukan di kawasan Pantai Sanur dapat langsung dibersihkan," kata Ida Bagus Mayun Suryawangsa, melansir portal resmi Pemerintah Kota Denpasar.
Meski demikian, Ida Bagus tetap mengimbau pengunjung untuk berhati-hati agar tidak tersengat ubur-ubur Blue Bottle.
Di samping itu, ada pula bahaya lain jika tubuh kita tersengat ubur-ubur Blue Bottle beserta cara penanganannya. Berikut bahayanya jika tersengat ubur-ubur Blue Bottle sebagaimana dirangkum dari WebMD;
(Foto: Australian Muesum)
Bahaya tersengat ubur-ubur Blue Bottle
Blue Bottle menggunakan tentakelnya untuk menangkap, menyengat dan membunuh mangsanya. Racun yang digunakannya merupakan campuran fenol dan protein yang mematikan bagi mangsanya, namun tidak bagi manusia.
Ketika sengatan Blue Bottle mengenai kulit kita, maka kita akan merasakan sakit yang hebat. Rasa sakit ini akan bertambah jika tentakelnya bergerak di sekitar tubuh atau area yang tersengat disentuh.
Rasa sakitnya akan berlangsung berjam-jam atau menit, tergantung pada keadaan tubuh manusia yang tersengat masing-masing. Selain rasa nyeri, kulit yang tersengat Blue Bottle akan mengalami reaksi peradangan pada kulit, biasanya berbentuk garis.
Perlu diketahui untuk meningkatkan kewaspadaan, rasa sakit akibat sengatan akan semakin parah ketika mengenai anak kecil, orangtua, atau orang yang memiliki reaksi alergi terhadap protein atau fenol.