MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimistis target 4,4 juta tenaga kerja baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tercapai pada 2023, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
"Kita harus semangat dan bergerak cepat dengan 3 G yakni gercak, grebek dan gastol untuk menyerap 4,4 tenaga kerja baru sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Sandiaga dalam keterangan dikirim ke Redaksi Okezone.com, Kamis (14/9/2023).
Penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tentu dapat membantu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, pariwisata dan ekonomi kreatif sudah kembali pulih usai pandemi COVID -19.
Program pariwisata dan UMKM di desa wisata itu dipastikan menyerap lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
Karena itu, program pariwisata dan ekonomi kreatif harus tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu untuk mencari wisatawan-wisatawan yang lebih banyak lagi, termasuk wisatawan mancanegara.
Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) antara enam juta sampai 8,5 juta tahun 2023. Adapun untuk target pergerakan wisatawan nusantara pada 2023 berkisar antara 1,2 miliar hingga 1,4 miliar.
Sedangkan, nilai investasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif 3 miliar dollar AS tahun 2023.
Ia mengatakan para pelaku UMKM di desa wisata penerima bantuan dukungan pengembangan usaha parekraf perlu ditingkatkan, karena usaha di bidang itu mendapat dukungan keuangan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pihaknya berharap destinasi wisata desa jangan sampai hanya satu kali ramai hingga dikunjungi pejabat, namun harus ada peningkatan pengunjung wisatawan.
Desa Wisata sebenarnya memiliki value added yang sangat menarik di mana setiap desa wisata memiliki kelebihan dan keunggulan yang unik.
“Di Desa Wisata Rejowinangun contohnya desa wisata ini memiliki konsep agrowisata sehingga bisa dilihat berbagai jenis sayuran tidak hanya dikonsumsi sendiri atau dijual, melainkan menjadi hiasan pekarangan rumah di desa ini,” kata Rizki Handayani, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf.
Kemenparekraf memberikan bantuan penguatan keuangan untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif kepada Desa Wisata Rejowinangun Kota Yogyakarta, Desa Wisata Tepus Kabupaten Gunungkidul, Desa Wisata Sambi Kabupaten Sleman, Desa Wisata Tinalah Kabupaten Kulon Progo masing-masing dengan nilai mencapai Rp120 juta.
Direktur Akses Pembiayaan, Anggara Hayun Anujuprana menambahkan harapan dari Kemenparekraf melalui program peningkatan literasi keuangan bagi usaha pariwisata dan ekonomi kreatif ini agar pelaku usaha dapat merencanakan dan mencatat keuangan usaha dengan lebih baik sehingga usahanya siap untuk dipertemukan dan mendapatkan permodalan dari lembaga keuangan baik perbankan atau non perbankan.

“Dalam program Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenparekraf juga memberikan peningkatan kapasitas usaha di desa wisata dalam hal literasi keuangan sehingga UMKM kita dapat naik kelas dengan meraih pembiayaan baik dari perbankan ataupun non perbankan,” ujar Hayun.
Dalam kesempatan tersebut, Kemenparekraf juga membekali penerima bantuan dengan literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan materi waspada investasi dan pinjaman online illegal serta dukungan untuk pengembangan UMKM dari Bank Rakyat Indonesia.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.