Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hobi Banget Makan Kentang Goreng Lezat, Ini Lho 5 Bahayanya!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Rabu, 13 September 2023 |17:10 WIB
Hobi Banget Makan Kentang Goreng Lezat, Ini Lho 5 Bahayanya!
Hobi makan kentang goreng. (Foto: Unsplash)
A
A
A

SELAMA ini banyak orang menyukai kentang goreng, karena rasanya yang gurih, kriuk, dan lezat. Apalagi jika dimakan sambil ngopi atau ngeteh sore hari, pasti bikin happy.

Namun tak selamanya kentang goreng lezat bikin happy. Sebab terlalu banyak mengonsumsi kentang goreng dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Dilansir dari laman Times of India, menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada 4500 orang yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, makan Kentang goreng lebih dari dua kali seminggu dapat menggandakan risiko kematian dini.

 kentang goreng

Lalu apa sih bahaya terlalu sering makan kentang goreng?

1. Menurunkan kekebalan tubuh

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care, makan makanan berlemak tinggi berlemak dapat merusak mikrobioma dengan meningkatkan bakteri tidak sehat dan dengan demikian menurunkan kekebalan Anda.

2. Kabut otak

Mengingat fakta bahwa kentang goreng digoreng dengan minyak terhidrogenasi, di dalamnya mengandung banyak lemak trans yang meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik Anda. Hal ini pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Berdasarkan penelitian lain, orang yang memiliki lebih banyak lemak trans dalam darahnya 75 persen lebih mungkin mengembangkan penyakit Alzheimer atau demensia.

 BACA JUGA:

3. Obesitas

Saat makanan digoreng dengan lemak, maka akan menjadi bom kalori, yang menyebabkan penambahan berat badan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan, bahwa makan gorengan terkait langsung dengan obesitas.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement