Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tradisi di Luar Nalar Ratu China yang Konsumsi ASI untuk Awet Muda

Rahel Pebrini Panjaitan , Jurnalis-Minggu, 10 September 2023 |16:00 WIB
Tradisi di Luar Nalar Ratu China yang Konsumsi ASI untuk Awet Muda
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

CHINA dikenal dengan kekayaan sejarah dan budaya yang unik. Namun, beberapa keunikan ini kadang dianggap aneh dan kontroversial hingga saat ini.

Tampil cantik dan awet muda adalah idaman setiap wanita, tak terkecuali Ratu China, Tu Hy. Untuk menjaga kecantikan dan awet muda, ia rela melakukan tindakan ekstrim dengan minum air susu ibu atau ASI.

 BACA JUGA:

Tu Hy adalah janda kerajaan bangsawan Cixi yang menarik perhatian dalam sejarah Tiongkok karena kebiasaan yang aneh dan kontroversial.

Dia minum ASI secara rutin, karena ia meyakini ASI memiliki khasiat menjaga kecantikan dan membuatnya awet muda.

 

Tu Hy biasanya memilih wanita yang sedang menyusui dan memiliki kualitas ASI yang baik. Tak puas sampai di situ, ia juga menciptakan sebuah peternakan khusus bagi wanita muda yang diambil susunya. Para wanita ini harus berusia di bawah 20 tahun, sehat dan cantik.

 BACA JUGA:

Mereka juga dipaksa untuk mengonsumsi makanan khusus, seperti bebek, ayam, dan ikan supaya tetap sehat dan menghasilkan ASI yang berkualitas.

Setiap hari, wanita cantik ini dibawa oleh pengawal ke kamar ratu, mereka berlutut di hadapannya, kemudian payudaranya diperah untuk mendapatkan susu.

Habis manis sepah dibuang adalah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kekejaman Ratu Huy. Setelah merasa puas dengan ASI yang diberikan para wanita, Ia memerintahkan prajuritnya untuk membunuh satu per satu wanita tersebut.

Hal ini bertujuan untuk menyembunyikan praktik aneh tersebut dari rakyatnya.

Kebiasaan minum ASI ini dianut oleh Tu Hy pada usia 26 tahun hingga akhir hayatnya. Ratu Tu Hy mencatat sejarah dan menjalani kehidupan istana yang mewah. Namun, dia dikutuk oleh anak cucunya karena tindakannya yang kejam.

 Ilustrasi

Kisah ini adalah contoh kekejaman dan tindakan tidak etis bisa berasal dari siapapun, bahkan dari individu yang seharusnya melindungi dan memajukan kesejahteraan wanita.

Kejadian ini adalah tindakan mengerikan yang menunjukkan bahwa tidak semua perempuan memiliki empati dan solidaritas terhadap sesama wanita.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement