Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rakyat Biasa hingga Sri Mulyani Kena ISPA, Kenali Apa Gejala dan Penanganannya

Chindy Aprilia , Jurnalis-Minggu, 03 September 2023 |10:30 WIB
Rakyat Biasa hingga Sri Mulyani Kena ISPA, Kenali Apa Gejala dan Penanganannya
Sri Mulyani kena ISPA, (Foto: Okezone/DJP)
A
A
A

MENTERI Keuangan RI, Sri Mulyani baru-baru ini diketahui terkena ISPA Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA). Tak heran membuat dirinya harus menghadiri rapat dalam kondisi suara serak menuju hilang.

Ya, tak hanya rakyat biasa bahkan pejabat penting di negeri ini sedang terkena salah penyakit menular yang kerap kali muncul di tengah musimnya kemarau beberapa waktu ini. Terlebih polusi udara yang buruk setiap harinya, sehingga membuat semua kalangan usia termasuk kelompok rentan (anak-anak, ibu hamil, lansia) terkena gejala ISPA.

ISPA sendiri merupakan infeksi pada gangguan saluran pernapasan yang meliputi hidung, tenggorokan, faring, laring, dan bronkus. Biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri. Ketika seseorang terkena ISPA, umumnya ada beberapa gejala bervariatif yang timbul.

 BACA JUGA:

Mulai dari batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, demam, bersin-bersin, dan kelelahan. Gejala ini sering muncul ketika tiga hari setelah terpapar dan bisa bertahan tujuh sampai 10 hari, bahkan paling lama bisa mencapai tiga minggu, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Minggu (3/9/2023)

Lantas bagaimana cara mengobati infeksi satu ini? Ada empat poin utama yang perlu dilakukan yakni;

1. Kompres hangat untuk membantu pernapasan menjadi lebih nyaman dan mengurangi kongesti.

2. Menghirup uap dan berkumur air garam, merupakan salah satu cara aman untuk mengurangi gejala ISPA, hal ini lantaran irigasi dengan salin dapat meningkatkan kemampuan mukosa nasal untuk melawan gen infeksius yang berada di dalam tubuh.

3. Perbanyak minum air mineral untuk menggantikan kehilangan cairan bila tidak ada kontra indikasi.

4. Minum obat analgesik, bisa membantu mengurangi demam dan nyeri yang terjadi.

Bagi yang sedang terinfeksi, agar tidak menularkan ke orang lain maka wajib memakai masker, melakukan etika batuk yang benar, menggunakan masker, ganti masker apabila sudah lembap atau basah (efektif digunakan kurang lebih selama empat jam), dan langsung cuci tangan begitu menyentuh melepaskan masker untuk dibuang.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement