AKSI seorang anak laki-laki berjalan dengan trekking pole saat mendaki gunung viral di media sosial baru-baru ini. Sontak, netizen yang melihat video tersebut pun mempertanyakan apakah anak kecil diperbolehkan untuk naik gunung.
Lantas sebenarnya, usia berapa anak-anak diperbolehkan untuk ikut mendaki gunung?
Tak ada aturan pasti mengenai hal tersebut. Namun, Anda bisa mempelajari penjelasan mengenai jarak pendakian yang sesuai untuk berbagai usia Anak berikut ini, sebagaimana dilansir dari babycenter.com :
BACA JUGA:
1. Bayi baru lahir
Jika bayi Anda berusia kurang dari 1 bulan, sebaiknya jangan dibawa untuk mendaki.
Bayi pada usia ini masih terlalu kecil untuk terpapar sinar matahari, kemungkinan cuaca buruk, dan guncangan akibat berjalan di medan yang berat.

5 Larangan Ini Wajib Dihindari saat Mendaki Gunung Semeru, Jangan Coba-Coba Melanggar!
2. Anak usia 1 hingga 5 bulan
Anda bisa mulai mengajak bayi diusia ini dengan menggendongnya di bagian depan karena masih membutuhkan penyangga kepala dan leher.
Tapi Anda harus mengantisipasi kemungkinan bayi menjadi rewel setelah beberapa saat.
3. Anak usia 6 hingga 14 bulan
Jika Anda cukup istirahat, bayi Anda merasa nyaman, cuacanya sedang, dan Anda membawa persediaan yang cukup (makanan ringan, minuman, dan popok), Anda mungkin bisa bertahan beberapa jam jika Anda beristirahat sejenak.
4. 14 bulan hingga 4 tahun
Usia balita suka mulai senang untuk berjalan sendiri. Jika diberi banyak air dan makanan ringan, anak usia 2 hingga 4 tahun biasanya dapat mendaki sekitar satu mil saat cuaca bagus jika

medannya aman dan dapat diprediksi serta Anda beristirahat. Namun perlu diingat, Anda mungkin akan menggendong anak Anda pada waktu-waktu tertentu, terutama dalam perjalanan pulang.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.